TUHAN MENYEMBUHKAN
Mazmur 30:3-5
“TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku. TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur. Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!”
Dalam keadaan sakit harapannya adalah mendapatkan kesembuhan dari Tuhan. Maka yang kita lakukan adalah berdoa memohon belas kasih Tuhan untuk memberikan mujizat kesembuhan serta berusaha melakukan usaha yang terbaik sebagai wujud tanggung jawab dan harapan akan kesembuhan.
Dalam bacaan kita, Mazmur ini ditulis oleh seseorang yang pernah mengalami sakit yang parah, yang hampir membawanya kepada kematian. Sama seperti kebanyakan dari kita, pemazmur adalah seorang yang gemar memuji Tuhan ketika ia berada dalam situasi yang menyenangkan. Namun, ia sangat terkejut ketika sakit-penyakit itu datang. Dengan sungguh-sungguh dia berdoa, mohon kesembuhan dari Tuhan.
Betapa senang hati pemazmur ketika Tuhan mendengarkan permohonannya. Begitu menakjubkan baginya. Ratapan dalam hatinya langsung diganti dengan tari-tarian sukacita. Pemazmur menggambarkan penderitaan sebagai tangisan malam yang pasti akan berlalu oleh pagi hari yang penuh sorak-sorai. Mazmur ini diakhiri dengan komitmen yang sangat indah: tekad pemazmur untuk memuji Tuhan selama-lamanya.
Dengan hal inilah kita berefleksi bahwa TUHAN sanggup memberikan kesembuhan dan kesembuhan itu terjadi karena kemurahanNya. Dalam setiap proses yang kita jalani ini adalah wujud tanggung jawab atas kehidupan kita dan tentunya berserah penuh kepada kemurahanNya.
Maka sesulit apapun dan sesakit apapun kondisi kita saat ini mari senantiasa percaya dan berserah akan kemurahanNya, karena Ia sanggup memulihkan hidup kita. Tetaplah memuji kebesaran namaNya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





