TUHAN BERDAULAT
Lukas 12:8
“Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.”
Sering kita mempertanyakan keberadaan Tuhan ketika banyak persoalan yang terjadi dalam hidup. “Katanya Tuhan berjanji bahwa Ia akan memberkati para pengikut-Nya? Lalu kenapa masih saja banyak persoalan dan penderitaan?”
Pertanyaan itu muncul karena banyak orang mengharapkan hidup yang penuh kebahagiaan, bukan menderita. Persoalan terjadi ketika kriteria yang digunakan untuk mengukur kebahagiaan adalah dengan menilai berapa besar selisih antara sukacita dan dukacita dalam kehidupan. Jika sukacita yang dialami dalam hidup melebihi dukacitanya, maka orang tersebut dianggap bahagia. Sebaliknya, jika sukacita yang dialaminya jauh di bawah dukacitanya, maka kita pun menganggap orang tersebut tidak bahagia.
Tentu ukuran ini tidak tepat, sebab ada banyak orang yang bisa berbahagia meskipun sukacita dalam hidupnya bisa jadi lebih sedikit dibanding dukacitanya. Bagi orang-orang ini, kebahagiaan tidak dilihat berdasarkan selisih antara sukacita dan dukacita dalam hidup mereka, melainkan pengakuan mereka atas kedaulatan Tuhan.
Orang yang bisa mengakui kedaulatan Tuhan lebih mampu merasakan kebahagiaan dalam hidupnya, terlepas dari sukacita dan dukacita yang dialaminya. Hubungan dengan Tuhan tidak dipahami sebagai hubungan transaksional, melihat untung rugi seperti dalam perdagangan, tetapi hubungan dimana mereka mampu memercayakan hidupnya sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan. Maka, akuilah kedaulatan Tuhan karena dari situlah kita akan mendapatkan sukacita dan kekuatan. Tuhan Yesus memberkati, Amin.





