TETAP BERBUAT BAIK
Galatia 6:9
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
Ada seorang yang setiap harinya selalu mengucapkan berkat atau kata-kata baik kepada setiap orang yang ia jumpai. Namun, tak seorang pun yang menanggapi dengan baik. Bahkan ia menjadi objek olok-olok dan komentar sinis banyak orang. Suatu hari ketika ia sedang berjalan di tengah kota, terdapat sekelompok orang yang menghinanya. Tetapi orang itu tetap mengucapkan berkat atau kata-kata baik kepada mereka. Lalu salah satu dari mereka mengatakan : “Apakah kau tidak mendengar, kami mengataimu, menghinamu, tetapi kau malah membalas dengan kata-kata baik!” Orang baik itu merespon, “Kita semua hanya bisa menawarkan dan membagikan kebaikan.”
Bukankah ini juga yang terjadi dalam kehidupan kita?
Dalam bacaan kita, menjelaskan kaitan dengan kemerdekaan Kristen yang dijalani dalam pimpinan Roh, Rasul Paulus mengingatkan jemaat untuk terus berbuat baik. Ia berkata, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (ay. 9). Paulus menekankan agar Jemaat hidup dipimpin oleh Roh , jangan oleh daging untuk mewujudkan kebersamaan di tengah jemaat.
Demikian kita sebagai pengikut Kristus, kita tidak bisa berbuat lain, selain kebaikan. Memang, ada orang yang berhenti berbuat baik, karena merasa percuma berbuat baik; orang tidak membalas kebaikannya atau ia tidak menuai kebaikan seperti yang ia tabur. Tetapi firman Tuhan mengingatkan janganlah jemu-jemu untuk berbuat baik. Tetaplah berbuat baik walaupun kadang tidak diterima dengan baik. Jika kita memiliki kebaikan, maka bukankah itu yang harusnya kita tawarkan dan bagikan?
Selamat berbagi kebaikan, Tuhan Yesus memberkati. Amin





