Tertunda
Kamis, 13 Agustus 2020
Markus 5: 21 – 43
Mungkin kita pernah mempunyai pengalaman bahwa Tuhan begitu lama menjawab permohonan kita. Terkadang kita sampai mengira bahwa jawaban dari permohonan kita adalah “Tidak”. Namun terkadang Tuhan memang menunda jawabanNya untuk melatih iman kita.
Yairus, kepala rumah ibadat, percaya pada kuasa Yesus. Ketika anaknya sakit, ia datang kepada Yesus, memohon agar Yesus menyembuhkan anaknya. Namun di tengah jalan, terjadi peristiwa yang menunda perjalanan. Ada seorang perempuan sakit pendarahan yang sembuh hanya dengan menjamah jubah Yesus. Jika kita perhatikan ayat 25-34, peristiwa itu memakan waktu yang tidak sebentar. Ada perbincangan antara Yesus, para murid, dan perempuan itu. Kita bisa bayangkan betapa resah dan cemasnya hati Yairus selama peristiwa itu berlangsung, mengingat anaknya sakit dan hampir mati.
Dan benar, ada orang yang datang dan berkata bahwa anak Yairus sudah mati. Orang itu pun mengusulkan untuk tidak lagi merepotkan Yesus. Namun kematian bukan merupakan kekalahan dan jalan buntu bagi Yesus. Yesus meminta dua hal dari Yairus, yaitu Jangan takut, percaya saja (Ay. 36). Yairus harus berhenti dari rasa takutnya, karena takut dan percaya tidak bisa berjalan seiring. Apa yang harus Yairus percayai? Perkataan Yesus. Orang-orang yang meratapi kematian anak Yairus kemudian menjadi tertawa ketika Yesus mengatakan bahwa anak Yairus tidak mati, melainkan tidur. Yesus kemudian membuktikan perkataan-Nya, memerintahkan anak itu untuk bangun. Anak itupun bangun dan berjalan.
Kadang-kadang Tuhan menunda jawaban permohonan kita, membiarkan kita berada dalam situasi yang membuat kita nyaris kehilangan pengharapan untuk menyatakan bahwa Dia ada dan berkuasa. Dalam situasi demikian, mintalah kekuatan agar tetap dapat melangkah maju dalam iman.
Tetaplah berpengharapan.
Tetap jaga kesehatan.
Tuhan memberkati





