Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

TAKUT AKAN TUHAN

Kisah Para Rasul 9:31

“Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.”

Takut adalah hal manusiawi, tidak ada manusia yang tidak pernah merasakan takut. Allah mengaruniakan manusia rasa takut agar manusia tahu diri, menahan diri, awas diri, dan waspada. 

Dalam bacaan hari ini, kalau kita membaca keseluruhan ayat 26-31 Kisah Para Rasul memuat dua jenis takut. Pertama, para murid takut kepada Saulus. Kedua, jemaat takut akan Tuhan. Ada dua takut, namun masing-masing memberikan dampak yang berbeda. Pertama, murid-murid takut kepada Saulus menyebabkan usaha pengajaran yang telah dan akan dilakukan Saulus tenggelam, tidak didengar dan diketahui. Para murid tidak tahu bahwa Saulus telah mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan mengajar dengan berani di Damsyik dalam nama Yesus. Mereka tidak mengenal Saulus yang baru bertobat. Setelah itu, Saulus juga tak berkesempatan berbicara kepada orang-orang Yahudi lain tentang Yesus. Pemberitaan Injil terhambat. Namun, kedua, takut akan Tuhan berbuahkan “kedamaian di jemaat Yudea, Galilea, dan Samaria, dan jumlah mereka bertambah besar.” Takut akan Tuhan mendatangkan kemajuan kabar baik Allah. 

Takut akan Tuhan adalah sikap dasar hidup beriman. Tanpa sikap takut akan Tuhan, maka seorang beriman menjadi sombong dan tinggi hati karena kesalehannya. Iman menjadi sia-sia tanpa sikap takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan bukan berarti bersembunyi dari Tuhan tetapi ingat dan melakukan kehendak Tuhan di dalam kehidupan kita. Maka, sudahkah kita senantiasa takut akan Tuhan? Selamat berefleksi. Tuhan Yesus memberkati, Amin.

Tinggalkan Balasan