Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Sulitkah Mengampuni? 

Kejadian 50:17
“Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu.” Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.”

Semua orang pasti punya pengalaman berkonflik, baik itu dengan keluarga, teman atau bahkan dengan orang yang tidak begitu di kenal. Konflik dapat datang tanpa kita duga sebab gesekan dapat terjadi melalui beragam pemicu. Yang bagi kita tidak masalah bisa saja bagi orang itu menjadi masalah. Lalu bagaimana bila konflik itu sudah terjadi dan saat ini ada keinginan dari kita untuk menyelesaikannya? Mari kita belajar dari kisah Yusuf dan saudara-saudaranya. Kedua belah pihak walau tidak bersepakat sudah ingin menyelesaikan konflik di masa lalu, saudara-saudara Yusuf ingin meminta maaf karena memang merekalah yang berbuat salah, sedangkan Yusuf tak lagi memikirkan tindakan saudara-saudaranya di masa lalu sebab apa yang terjadi ternyata semua untuk kebaikan Yusuf, keluarganya dan banyak orang di sekitarnya.

Dari saudara-saudara Yusuf kita dapat belajar bahwa berani mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah hal kunci, tanpa ini rekonsiliasi tak akan pernah dapat terjadi. Sedangkan dari Yusuf kita perlu belajar bahwa peristiwa buruk di masa lalu tidak selalu menjadi peristiwa tungggal yang berdiri sendiri. Jadi rekonsiliasi dan pengampunan bisa terjadi bila semua pihak mengerjakan tugas dan bagiannya.
Pertanyaannya, maukah kita melakukan bagian kita untuk mengampuni sesama?

50 : 17
“Beginilah harus kamu katakan kepada Yusuf: Ampunilah kiranya kesalahan saudara-saudaramu dan dosa mereka, sebab mereka telah berbuat jahat kepadamu. Maka sekarang, ampunilah kiranya kesalahan yang dibuat hamba-hamba Allah ayahmu.” Lalu menangislah Yusuf, ketika orang berkata demikian kepadanya.”

Semua orang pasti punya pengalaman berkonflik, baik itu dengan keluarga, teman atau bahkan dengan orang yang tidak begitu di kenal. Konflik dapat datang tanpa kita duga sebab gesekan dapat terjadi melalui beragam pemicu. Yang bagi kita tidak masalah bisa saja bagi orang itu menjadi masalah. Lalu bagaimana bila konflik itu sudah terjadi dan saat ini ada keinginan dari kita untuk menyelesaikannya? Mari kita belajar dari kisah Yusuf dan saudara-saudaranya. Kedua belah pihak walau tidak bersepakat sudah ingin menyelesaikan konflik di masa lalu, saudara-saudara Yusuf ingin meminta maaf karena memang merekalah yang berbuat salah, sedangkan Yusuf tak lagi memikirkan tindakan saudara-saudaranya di masa lalu sebab apa yang terjadi ternyata semua untuk kebaikan Yusuf, keluarganya dan banyak orang di sekitarnya.

Dari saudara-saudara Yusuf kita dapat belajar bahwa berani mengakui kesalahan dan meminta maaf adalah hal kunci, tanpa ini rekonsiliasi tak akan pernah dapat terjadi. Sedangkan dari Yusuf kita perlu belajar bahwa peristiwa buruk di masa lalu tidak selalu menjadi peristiwa tungggal yang berdiri sendiri. Jadi rekonsiliasi dan pengampunan bisa terjadi bila semua pihak mengerjakan tugas dan bagiannya.
Pertanyaannya, maukah kita melakukan bagian kita untuk mengampuni sesama?

Tinggalkan Balasan