SIAPA YANG MEMBUTUHKAN TUHAN?
Lukas 5:27-29
“Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. “
Orang Israel membenci para pemungut cukai. Pasalnya, mereka adalah orang yang bekerja untuk penjajah dan sering memungut lebih dari yang ditentukan.
Pada saat itu, Yesus melihat dan memanggil Lewi yang berprofesi sebagai pemungut cukai. Alkitab mencatat, saat itu juga, orang Lewi ini meninggalkan segala sesuatu dan mengikut-Nya. Peristiwa itu sangat berarti bagi Lewi. Alkitab juga menuliskan bahwa dia pun membuat pesta perjamuan besar untuk Yesus.
Di antara para tamu undangan, hadir juga para ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka bersungut-sungut karena Yesus dan para murid makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa. Para nabi melarang orang Israel makan bersama orang semacam itu.
Dari kisah ini, kita menemukan sebuah kontras. Lewi menemukan Tuhan. Sebaliknya, ahli Taurat dan orang Farisi tidak. Bagaimana mungkin penjahat bisa mendapatkan Tuhan, sementara orang yang hidup untuk menaati perintah-Nya, tidak? Siapa yang tidak ingin dekat dengan Tuhan? Akan tetapi, orang yang merasa pantas, justru tidak pantas. Orang yang merasa tahu Tuhan, justru tidak mengenal-Nya.
Ketika Yesus menerima Lewi, itu bukan berarti Tuhan menyetujui semua kejahatannya. Namun, mau menyatakan bahwa dosa seseorang tidak menghalangi kasih-Nya. Justru hati-Nya prihatin jika melihat manusia hidup dalam kubangan dosa. Bukankah itu tujuan-Nya hadir ke dunia dalam wujud manusia, yaitu untuk mencari dan menebus orang berdosa? Lewi tahu dia tidak pantas di hadapan Tuhan. Namun, Tuhan melihat bahwa Lewi membutuhkan Dia.
Mari kita berefleksi diri, ketika kita merasa diri benar di hadapan Tuhan, justru itulah yang menghalangi kita dekat dengan-Nya. Selamat berefleksi, Tuhan Yesus memberkati. Amin





