SETIA SAMPAI AKHIR
Selasa, 21 Juni 2022
Roma 8 : 35
Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesengsaraan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
Nats renungan hari ini menyebutkan bahwa sesungguhnya tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus, entah itu penindasan, penganiayaan, hingga bahaya kelaparan dan pedang, tidak dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Apapun yang terjadi pada kita, di manapun kita berada, kita tidak dapat dipisahkan dari kasih Allah. Penderitaan tidak akan dapat memisahkan kita dari Allah. Justru melalui penderitaan
kita akan semakin merasakan kasih-Nya. Itulah spirit pemenang yang Allah hendak tanamkan dalam diri setiap orang percaya. Kunci dari kehidupan yang luar biasa semacam ini terletak pada keyakinan bahwa Allah adalah Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita. Orang percaya semacam inilah yang akan disebut: lebih dari orang-orang yang menang.
Maka, hendaknya kita tidak berputus asa atau berusaha lari dari tantangan. Penderitaan memang harus dihadapi. Kadangkala mungkin penderitaan membuat kita beranggapan bahwa kita telah ditolak oleh Tuhan. Tetapi, Paulus menyatakan bahwa tidak mungkin Kristus berbalik menolak kita atau Allah berbalik memusuhi kita. Kematian-Nya untuk kita merupakan bukti kasih yang tidak dapat dikalahkan oleh apapun.
Jadi, seberat apapun pergumulan hidup kita, semua itu hanya sementara. Kelak ketika hidup kita berakhir di dunia, kita meyakini adanya janji kehidupan kekal yang akan kita alami dalam Kerajaan Surga. Jadi, apapun yang terjadi, mari terus kuatkan iman dan jaga kesetiaan sampai akhir!
Amin.
Selamat beraktivitas
Tuhan memberkati





