SETIA
Lukas 12:43
“Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.”
Katanya mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan. Ketika seorang laki-laki jatuh cinta dengan seseorang perempuan dan ia ingin mendapatkannya, maka ia akan berusaha keras untuk mendapatkan bahkan membuat perempuan tersebut juga jatuh cinta kepadanya. Namun ketika sudah mendapatkan cintanya dan bahkan hidup berkeluarga, merasa bahwa sudah mendapatkan sehingga sering menjadi terlena bahkan merasa tidak perlu ada upaya lagi untuk mempertahankan cinta. Akibatnya, bisa jadi relasi menjadi biasa-biasa saja bahkan menjadi tidak harmonis karena tidak mampu mempertahankan cinta.
Begitu juga dengan mendapatkan posisi sebagai hamba Tuhan itu relatif mudah. Seseorang “hanya” perlu mengenal Tuhan, lalu bertobat, dan menyatakan diri percaya serta tunduk kepada-Nya. Namun, bagaimana dengan mempertahankan diri tetap setia sebagai hamba-Nya?
Hal itu akan menjadi hal yang lebih sulit. Seorang hamba sekalipun bisa merasa angkuh sehingga tidak lagi tunduk kepada tuannya. Seorang hamba bahkan bisa merasa diri sendiri sebagai tuan ketika Sang Tuan tidak selalu tampak bersama-sama dengannya. Menjadi hamba yang setia bukanlah hal mudah.
Sebagai orang Kristen, godaan untuk menjadi tidak setia sangat besar. “Tidak setia” mungkin bukan dengan beralih dari iman Kristen, melainkan dengan bertindak sebagai tuan. Seperti hamba dalam kisah Lukas, orang Kristen bisa menjadi tuan dan hakim terhadap semua orang. Karena itu, mari beriman dengan setia sehingga kita tidak jatuh ke dalam kesombongan dan mengambil alih posisi tuan kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





