Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu

Sesal Dikemudian

AMOS 8:11-12

“Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman Tuhan ALLAH, “Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN. Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.”

Kerap sekali manusia mengalami penyesalan di kemudian hari akan sesuatu yang selama ini tidak dihargai atau dianghap biasa-biasa saja. Padahal sesal kemudian tidak berguna. Manusia cenderung tidak menghargai sesuatu yang saat ini sedang ia miliki. Sampai ia kehilangan hal tersebut barulah ia tersadar bahwa selama ini yang ia miliki adalah sesuatu yang sangat berharga. Bukankah begitu? 

Hari ini kita juga merenungkan tentang orang-orang yang juga telah menyia-nyiakan kesempatan yang mereka miliki. Bangsa Israel. Umat pilihan Allah. Sekian lama Tuhan bersabar atas mereka, tetapi mereka tidak mengindahkan Tuhan. Tampaknya saja mereka beribadah, namun mereka menolak menyelaraskan hidup dengan firman Tuhan. Tidak kurang firman Tuhan diberikan untuk menegur mereka, tetapi Israel tidak mendengar. Mereka tetap berpaut pada dewa-dewa yang sia-sia. Ketika akhirnya sadar bahwa mereka membutuhkan Tuhan, Dia menarik diri. Membisu. Tak lagi berfirman. 

Bukankah kadang dalam hidup kita, ketika segala sesuatu lancar, bisa jadi kita terlena seperti Israel dan menyia-nyiakan firman Tuhan. Memperhatikan firman Tuhan rasanya jadi tugas yang berat, apalagi melakukannya. Seperti Israel, bisa jadi kita juga sedang mengandalkan hal selain Tuhan untuk memenuhkan hidup kita. Oleh karena itu, jangan menunggu masa sukar tiba dan sesal kita terlambat. Tetapi Mohon belas kasihan Tuhan dan perhatikanlah firman-Nya selalu, mulailah hari ini. Karena sesal dikemudian tidak ada gunanya. Selamat berefleksi.. Tuhan Yesus memberkati. Amin. 

Tinggalkan Balasan