SENANTIASA MENGUCAP SYUKUR
I TESALONIKA 2:13
“Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi dan memang sungguh-sungguh demikian sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.”
Banyak alasan orang mampu mengucap syukur. Bisa jadi ia mengucap syukur karena sembuh dari sakitnya, karena pekerjaan yang berhasil, keluarga yang rukun dan kecukupan, dan masih banyak alasan lainnya. Apa alasan Paulus mengucapkan syukur yang tidak putus seperti yang dikatakan dalam ayat 13. Alasannya adalah firman Tuhan telah bekerja ditengah-tengah jemaat Tesalonika; jemaat telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea; jemaat Tesalonika berusaha menjenguk Paulus; jemaat Tesalonika telah menjadi sukacita dan kemegahan Paulus di hadapan Tuhan. Paulus mendapatkan sukacita yang membuat ia tidak putus untuk mengucap syukur kepada Tuhan. Jerih lelahnya mengabarkan Injil walaupun tidak mudah membuat ia tidak gentar karena melihat respons iman dan kesungguhan jemaat Tesalonika dalam mengikut Tuhan.
Saudara yang terkasih,
Mengucap syukur yang tidak pernah berhenti adalah tanda bahwa seseorang tidak pernah melupakan kasih dan pemeliharaan Tuhan. Bahkan hari baru yang akan dilalui pun akan ditempuh dengan penuh syukur. Rasakanlah damai, ketenangan dan kerelaan menjalani hari-hari bersama dengan Tuhan akan semakin terasa. Maka bersyukurlah senantiasa, kasih dan pemeliharaan Tuhan tidak terbatas di dalam kehidupan kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.





