Secukupnya
Kamis, 8 Oktober 2020
Lukas 11: 1 – 4
Salah satu bagian dari doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada para murid adalah kesempatan memohon makanan secukupnya setiap hari. Secukupnya artinya sebanyak yang diperlukan, tidak kurang dan tidak lebih. Doa adalah nafas hidup orang percaya, jadi setiap hari kita berdoa. Dengan demikian, setiap hari kita diberi kesempatan untuk memohon supaya kebutuhan kita dicukupkan. Hari ini cukup, besok memohon dicukupkan untuk kebutuhan besok, demikian juga hari-hari selanjutnya.
Hal ini berarti setiap hari kita tidak berkekurangan, karena Tuhan mencukupkan. Apalagi sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa Tuhan adalah Gembala yang baik. Gembala yang senantiasa menjaga dan memelihara domba-domba. Ia tahu dengan baik kebutuhan setiap dombaNya. Ia tidak membiarkan mereka kekurangan dan terancam bahaya. Dengan demikian, sebenarnya tidak ada alasan bagi kita, domba-dombaNya untuk kuatir tentang kehidupan.
Namun kenyataannya, gaya hidup konsumerisme yang saat ini sedang populer membuat kebutuhan selalu meningkat. Orang menjadi tidak pernah merasa cukup, banyak yang diinginkan, dan timbul kecemasan dalam diri. Ketika mendapat sedikit, merasa kurang, ketika mendapat lebih banyakpun, tidak merasa cukup. Sering kali yang diinginkan jauh lebih banyak dari yang diperlukan. Pendapatan meningkat, kebutuhanpun meningkat, sehingga kehidupan semakin jauh dari rasa syukur dan semakin dekat dengan kekuatiran dan rasa cemas.
Hari ini kita kembali diingatkan untuk menjadi orang yang bijak. Orang yang benar-benar tahu kebutuhan yang diperlukan, tidak hanya sekedar yang diinginkan. Kita percaya bahwa Tuhan adalah Gembala yang baik dalam merawat dombaNya. Dengan demikian, kitapun percaya Tuhan mencukupkan kebutuhan keluarga kita. Jadi, mari kita bangun keluarga kita untuk senantiasa dilingkupi rasa syukur dan damai sejahtera. “Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya.”
Selamat beraktivitas
Tetap jaga kesehatan jiwa raga
Tuhan memberkati.





