SASARAN KASIH
Selasa, 29 Maret 2022
Matius 9 : 11 – 12
Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
Yesus mendengarnya dan berkata, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
Makan di rumah Matius bersama para pemungut cukai dan orang-orang yang dianggap sebagai orang berdosa adalah hal yang buruk di mata orang-orang Farisi. Menurut mereka, bergaul dengan orang berdosa adalah tindakan bodoh yang dapat mencemarkan kekudusan mereka. Karena itu mereka mencela perbuatan Yesus. Dalam pandangan mereka, sebagai Guru semestinya Yesus bisa menjaga martabat-Nya, tidak bergaul sembarangan. Namun Yesus memandang orang berdosa dengan cara yang berbeda. Bagi Yesus, setiap orang berdosa adalah sasaran kasih. Bahkan misi kedatangan Yesus ke dunia memang untuk mendatangi orang berdosa.
Penilaian kita terhadap sesuatu tergantung pada sudut pandang kita. Begitu pula cara pandang kita terhadap orang berdosa. Apakah kita memilih untuk memandang najis dan menyingkir dari mereka sebagaimana sikap orang Farisi? Atau kita memilih untuk meneladan Yesus yang memandang mereka sebagai sasaran kasih? Pilihan ada di tangan kita. Namun yang pasti, orang percaya yang telah menerima dan merasakan kasih Allah tentu akan mengikut jejak-Nya: mewartakan kasih kepada sesama, memandang orang berdosa sebagai sasaran kasih kitam Amin.
Selamat mewartakan kasih
Tetap jaga kesehatan
Tuhan memberkati





