Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

SAKIT HATI

Selasa, 5 Oktober 2021

Mazmur 55 : 13 – 14
Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia.
Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku:

Ada lagu dangdut yang familiar di telinga kita liriknya :  “Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati…”. Sesungguhnya, kalau kita diminta memilih, sakit hati atau sakit gigi? Tentu kita tidak akan memilih keduanya, karena keduanya tidak menyenangkan. Apalagi sakit hati lebih sulit mencari obatnya, lama sembuhnya. Ketika kita disakiti orang lain, hati kita terluka. Apalagi yang menyakiti adalah orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan kita : teman, pacar, saudara, orang tua, anak, atau suami/istri kita. Rasanya akan semakin sakit, kecewanya akan terasa semakin dalam.

Ayat bacaan hari ini juga menggambarkan betapa sedih dan terlukanya Raja Daud karena disakiti oleh orang-orang terdekatnya, yaitu Ahitofel (penasihatnya) dan Absalom (putranya). Ahitofel menjadi penasihat Absalom untuk merebut kekuasaan dari ayahnya. Walaupun demikian, Raja Daud tetap sabar dan percaya Tuhan memberinya pertolongan. Daud berdoa dan memohon kepada Allah agar Allah menggagalkan nasihat Ahitofel.

Dari Raja Daud kita dapat memetik hikmat. Kita belajar untuk bersabar, memberi pengampunan, dan tidak mendendam ketika kita dikecewakan dan disakiti oleh siapapun, termasuk oleh orang-orang terdekat kita sekalipun. Kita dapat mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan dan memohon pertolonganNya, jangan sampai kita tenggelam dalam kekecewaan dan sakit hati.

Selamat berefleksi
Tetap setia taati prokes
Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan