Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

RENDAH HATI DALAM MELAYANI

FILIPI 2:25

“Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku.”

Semakin banyak orang yang cenderung menyombongkan diri atau membanggakan diri dengan apa yang dimilikinya, inginnya dihargai, inginnya dipuji, dan ingin dihormati.  Bahkan, demi mendapatkan pengakuan dari khalayak dan demi gengsi, ada orang-orang yang sampai menunjukkan saldo dari ATM-nya dan meng-upload-nya di media sosial supaya orang lain tahu berapa uang atau kekayaan yang dimiliki. Ini menunjukkan adanya kecenderungan hidup dalam kesombongan dan ingin diakui.

Memprihatinkannya lagi hal ini juga terjadi dalam kehidupan pelayanan. Dalam pelayanan ingin sekali menunjukkan kehebatannya “ini lho karena aku”, tidak jarang juga menjatuhkan orang lain supaya terlihat paling hebat. 

Rasa-rasanya kerendahan hati menjadi sesuatu yang mulai langka ditemukan dalam diri setiap orang!  Akan tetapi sikap yang berbeda justru ditunjukkan oleh Epafroditus, yang tidak pernah menonjolkan dirinya sendiri, hanya belajar setia melakukan apa yang dipercayakan kepadanya.  Sekalipun tugas pelayanan yang ia lakukan tampak remeh dan sepele, yaitu mengantarkan persembahan jemaat Filipi untuk diberikan kepada rasul Paulus yang waktu itu sedang berada di penjara di Roma, tapi Epafroditus melakukannya dengan penuh kerelaan. 

Karena melihat ketulusan dan kesungguhan hati Epafroditus dalam pelayanan ini, rasul Paulus meminta semua jemaat Filipi untuk menghargai jerih lelahnya. 

Maka kita belajar, sekecil apa pun tugas yang Tuhan percayakan kepada kita, lakukan dengan kerendahan hati, jangan karena ambisi apalagi untuk menyombongkan diri. Apa yang kita kerjakan semata-mata hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Oleh karena itu mari melayanai Tuhan dengan rendah hati. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan