POHON KORMA
Jumat, 20 Oktober 2023
Mazmur 92 : 13a
Orang benar akan bertunas seperti pohon korma
Pemazmur menggambarkan orang benar seperti pohon korma. Mengapa demikian? Karena ternyata ada yang unik dalam proses pertumbuhan pohon korma. Setelah benih pohon korma ditanam, petani akan meletakkan batu di atasnya dengan tujuan, batu itu dapat menahan angin atau badai gurun yang dapat mencabut bibit korma. Yang pertama tumbuh dari benih itu bukan tunas tetapi justru akar. Ketika akar sudah tumbuh cukup kuat untuk menemukan sumber makanan, barulah tunas tumbuh dan menggulingkan batu penutup. Tunas itu menjadi tunas yang kuat, tidak mudah tumbang karena memiliki akar yang kuat dan terlatih menggulingkan batu di atasnya.
Pemazmur berharap hidup kita seperti pohon korma itu. Ketika benih iman kita ditanam, pemazmur berharap iman kita berakar kuat di dalam Tuhan. Persekutuan yang erat dengan Tuhan ibarat akar bagi iman kita. Ketika akar, dalam hal ini, persekutuan dengan Tuhan sudah terbangun erat, nutrisi rohani kita akan terpenuhi, dan iman kita akan bertunas. Tunas iman itu akan tumbuh dengan kuat hingga mampu menggulingkan halangan dan pergumulan yang menghadang. Dengan akar iman yang kuat, pohon iman kita dapat tumbuh menjadi pohon yang kuat, tidak mudah roboh karena berbagai pergumulan dan menghasilkan buah manis. Sudahkah kita menjadi orang Kristen atau keluarga Kristen yang berakar kuat dalam iman kepada Tuhan seperti pohon korma? Mari kita renungkan dan hayati bersama. Amin.
Tuhan memberkati





