Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Percaya Saja!

Renungan Harian GKJ Rewulu
Selasa, 24 Januari 2023
Bacaan: Yesaya 24:6
24:6 Maka Aku akan mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kebaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke negeri ini. Aku akan membangun mereka, bukan meruntuhkannya; Aku akan menanam, bukan mencabutnya.


Dalam refrain lagu “Bahasa Kalbu”, lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi Titi DJ dan Raisa, saya membayangkan jika Tuhan sendiri yang menyanyikan lagu ini kepada umat manusia, terkhususnya kepada pribadi yang sedang mengalami kedukaan, dirundung rasa kecewa dan merasa bahwa sudah tidak ada harapan lagi. Liriknya berisi:

Percayalah, hanya diriKu paling mengerti
Kegelisahan jiwamu kasih
dan arti kata kecewamu
kasih yakinlah, hanya Aku yang paling memahami
besar arti kejujuran diri
indah sanubarimu kasih, percayalah!

Dari lirik di atas, ketika saya memposisikan Tuhan sebagai Pribadi yang hadir memberikan pengharapan, Ia menginginkan umatNya untuk bisa percaya dan berserah penuh pada kehendakNya. Meskipun kita selaku manusia sering diperhadapkan dengan kondisi dirundung duka, rasa kecewa akan kehidupan yang kita jalani, bahkan ingin sekali menyerah dalam menjalani proses kehidupan ini, namun Ia menginginkan kita untuk tetap setia dan percaya penuh padaNya.

Perasaan duka, merasa kecewa dengan kenyataan hidup, dan minimnya harapan akan kehidupan di masa depan setidaknya dirasakan juga oleh umat Israel pada masa Yeremia. Harus menerima kenyataan bahwa mereka akan menjadi tawanan Babel dan akan menjadi bangsa yang dibuang. Namun Allah yang penuh dengan belas kasih menyatakan bahwa Ia akan menuntun mereka, akan mengembalikan mereka kembali serta membangun mereka kembali (ay. 6), sebagai bangsa baru (yang bersedia diproses olehNya). Rasa kecewa, gelisah, takut memang dirasakan oleh umat Israel, merasa bahwa mengapa kami harus menjalani pahitnya realita hidup ini? Mengapa kami harus mengalami ini?

Namun dari pembelaran ini, kita diajak untuk senantiasa menyadari bahwa Tuhan itu sungguh memahami diri kita sepenuhnya. IA memahami setiap tangisan dan tetasan air mata kita. IA memahami setiap permasalahan dan kedukaan yang terkadang membuat kita merasa bahwa Tuhan, aku dah gak mampu lagi untuk menjalani kehidupanku… aku ingin menyerah saja! Ketika kita sedang dirundung duka, dengan beragam masalah yang datang silih berganti, Tuhan ingin supaya kita senantiasa percaya penuh padaNya. Tuhan ingin supaya kita mau untuk berserah penuh pada kehendakNya serta bersedia menjalani tiap proses kehidupan ini. Senantiasa menyadari bahwa selalu ada hal-hal baik yang akan Tuhan hadirkan kepada kita, dan semua itu demi kebaikan diri kita! Selamat menapaki lika-liku kehidupan ini dengan tetap percaya dan berserah penuh pada belas kasih dan tuntunanNya. Berkah Dalem, Amin 😊

Tinggalkan Balasan