Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

PAHIT DAN MANIS

Wahyu 10:10

“Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya.”

Katanya : “Firman Tuhan itu enak didengar, tetapi sulit dilakukan.” Ini merupakan tanggapan orang-orang ketika diminta memberi penilaian tentang bagaimana mereka menerapkan firman Tuhan dalam hidup mereka. 

Firman Tuhan yang disampaikan dalam kitab terbuka dan masih berupa rahasia dalam bacaan kita ini terasa manis di mulut Yohanes, tetapi terasa pahit di perutnya. 

Bersamaan dengan itu, malaikat yang bersuara nyaring memintanya untuk bernubuat lagi bagi banyak bangsa. Mungkin para nabilah yang paling tahu bahwa nubuat yang harus mereka sampaikan memiliki dua sisi.

Sisi yang manis terasa karena firman Tuhan selalu disampaikan demi terwujudnya damai sejahtera. Sisi yang pahit terasa karena untuk mewujudkan damai sejahtera, firman Tuhan menuntut perubahan dan pengorbanan dari setiap pendengarnya. Sederhananya dapat dikatakan: Semua orang bersukacita ketika mendengar kabar tentang pemulihan, kebaikan, bahkan Kerajaan Allah. Namun, berapa banyak yang mau mengusahakannya dan mewujudkannya dalam hidup sehari-hari? 

Pada akhirnya yang manis itu bisa menjadi pahit ketika dicerna. Meski demikian, firman Allah baru berdampak apabila kita bersedia menerima pahit dan manisnya. Karena itu, demi kemuliaan Allah, kita perlu menerima pahit dan manisnya firman Tuhan serta melakukannya, bukan bagi diri sendiri saja, melainkan juga bagi kebaikan seluruh manusia.

Selamat berefleksi, Tuhan Yesus memberkati. Amin 

1 Response

  1. Ria

    Trimksh untuk renungannya.. sy tdinya bingung dg ayat firman ini, puji Tuhan stelah sy mmbaca renungan ini, sy sgt mngrti apa yg Tuhan kehendaki bagi kta ????????

Tinggalkan Balasan