OJO DIBANDING-BANDINGKE
Roma 12:4
“Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama”
Kita pasti tidak asing dengan sepenggal lagu berikut:
“wong ko ngene kok di banding-bandingke, saing-saingke, yo mesthi kalah”
Sebagian dari kita mungkin pernah mbanding-mbandingke orang lain, atau bahkan membandingkan diri kita dengan orang lain. Kok aku tidak sesukses dia? kok aku tidak sepintar dia? kok aku tidak seramah dan sehangat dia ya? Tradisi membanding-mbandingkan diri dengan orang lain seringkali justru menjatuhkan diri kita, bukan membangun kita.
Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat di Roma bahwa mereka adalah satu di dalam tubuh Kristus. Mereka memiliki karunia Roh masing-masing yang saling melengkapi. Seperti halnya anggota badan kita yang memiliki fungsinya masing-masing dan semuanya penting, misal: tangan untuk mengambil sesuatu, kaki untuk berjalan, telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, mulut untuk berucap, dll. Dalam kehidupan dan pelayanan, kita tidak perlu iri, _insecure_ /tidak percaya diri, kita tidak perlu minder bila tidak memiliki _talent_ (bakat) seperti orang lain, misal pandai dalam beryanyi, pandai dalam bermain musik, pandai mengolah kata-kata, pandai mengungkapkan kata-kata atau bahkan terampil dalam melakukan sesuatu (tindakan nyata), sebab kita semua memiliki karunia masing-masing dan pandai dalam bidang tertentu. Berkaitan dengan pelayanan, mungkin ada yang memiliki karunia pandai bermain musik, pengajaran, pemahaman dan penyampaian Firman. Intinya karunia itu asalnya dari Allah yang positif dan hendaknya dipergunakan secara positif.
Namun disisi lain, kita juga tidak diperkenankan untuk memegahkan diri atas apa yang kita miliki. Membandingkan diri kita dengan orang lain yang menjatuhkan. *Hendaklah kita membandingkan diri kita yang lalu dengan yang sekarang, sejauh mana kita telah mengenal diri, mengembangkan potensi kita dan menemukan peran kita di dalam pelayanan.*
Selamat beraktivitas. Gusti mberkahi





