NGEYEL
Kamis, 16 Desember 2021
Yunus 1 : 1 – 3
Tuhan mengutus Yunus pergi ke Niniwe untuk mengingatkan penduduk kota itu bertobat dari kejahatan mereka. Akan tetapi ia justru melarikan diri ke Yafo, lalu berlayar ke Tarsis menjauh dari Tuhan. Yunus melakukannya karena ia tidak mau orang Niniwe bertobat, diampuni, dan selamat. Yunus ingin orang Niniwe dibinasakan. Alasan yang egois dan kejam. Yunus ngeyel dengan pendapatnya, bahkan tak tanggung-tanggung Yunus ngeyel dengan Tuhan.
Ketika mendengar kisah Yunus, mungkin kita berfikir : gimana sich Yunus kok berani-beraninya ngeyel sama Tuhan?Atau mungkin ada yang bilang : Ngeyel kepada Tuhan? Mana kami berani?
Tetapi, sadarkah kita bahwa kitapun sebenarnya sering seperti Yunus: ngeyel kepada Tuhan. Mestinya hari Minggu menyediakan diri dan waktu untuk beribadah, tapi justru piknik, jalan-jalan, sepedaan, reunian, sampai tidak beribadah dengan alasan mumpung libur. Mestinya menyisihkan berkat untuk persembahan, tetapi sering kali berpersembahan dari uang sisa. Mestinya berkata jujur, tapi sering bohong, dll. Bukankah sikap-sikap itu juga menunjukkan kengeyelan kita kepada Tuhan? Semakin kita melihat hidup kita, semakin banyak kita menemukan kengeyelan kita kepada Tuhan. Sampai kapan kita akan ngeyel kepada Tuhan?
Dalam masa Adven ini, mari kita perbaiki diri supaya kita semakin layak menyambut kedatangan Tuhan. Kita kurangi ngeyel kita kepada Tuhan.
Selamat beraktivitas
Tetap setia taati protokol kesehatan
Tuhan memberkati





