NASTAR
Selasa, 25 April 2023
Yakobus 1 : 3 – 4
sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.
Ketika kita berkunjung ke sanak saudara pada musim liburan seperti saat ini biasanya di meja sudah tersaji berbagai kue yang lezat dan menggoda. Salah satu kue yang banyak tersaji adalah kue nastar, gurih manis, bersatu dalam satu kue. Pernahkah kita bayangkan jika perjalanan hidup kita bisa digambarkan seperti orang yang sedang membuat kue nastar? Ada telur yang amis, gula yang manis, terigu yang hambar, mentega yang berminyak, vanili yang wangi, dll. Adonan ini dicampur, dibentuk, diisi dengan selai yang asam manis, dioles telur supaya mengkilat, lalu dipanggang dalam oven. Setelah matang kita tak lagi merasakan hambarnya tepung, berminyaknya mentega dan amisnya telur, semua telah berpadu menjadi satu rasa yang nikmat.
Hidup kita juga demikian, ada berbagai peristiwa yang menghadirkan rasa bahagia, sedih, duka cita, kecewa, marah, takut, dll. Jika kita rasakan satu persatu rasanya berat dan tidak enak. Tetapi setelah diproses seperti adonan nastar, dicampur, diuleni, ditemukan dengan berbagai hal, bahkan dipanggang oleh Tuhan, hidup kita akan menjadi indah dan enak. *Kuncinya adalah mau untuk diproses/diolah oleh Tuhan. Percayakan hidup kita pada Tuhan, Sang Koki yang handal untuk memproses kita menjadi utuh dan sempurna.* Setialah diproses oleh Tuhan, supaya kita menjadi seperti nastar yang enak dan membuat bahagia banyak orang. Amin.
Selamat berproses!
Tuhan memberkati





