Musik, Pujian bagi Tuhan

Renungan

Musik, Pujian bagi Tuhan

  • 30 Oktober 2026
  • 06:00 WIB
  • Hesty Murwasari

Jumat, 30 Oktober 2026
Habakuk 3:17-18
_Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku._

MUSIK, PUJIAN BAGI TUHAN

Pada awal sejarah Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 di antara para pemuda yang berjuang demi bangsa, ada seorang pemuda yang berjuang dengan caranya sendiri Dia adalah Wage Rudolf Supratman. Ia tidak berpidato, tetapi ia memainkan sebuah lagu yang belum pernah didengar orang lain sebelumnya. Ia hanya memainkan nada dengan biolanya, tanpa menyanyikan liriknya karena liriknya mengandung makna begitu kuat dan tidak mungkin mendapat ijin dari Belanda untuk menyanyikan. Semua terdiam dan terlarut mendengarkannya. Lagu itu adalah lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya. Ternyata musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi musik bisa berperan sebagai pernyataan dan identitas.

Seperti bacaan kita saat ini : Habakuk 3:17-18. Seseorang terinspirasi dari ayat ini dan menciptakan sebuah lagu berjudul ‘Tuhanlah Tumpuan Pengharapan’. Lagu ini bercerita tentang keteguhan iman yang tetap berpengharapan bahkan ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja. Ketika apa yang diusahakan tidak membuahkan hasil, dia tetap bersorak dan bersyukur kepada Tuhan, karena dia tidak ditinggalkan. Dia percaya, ada Tuhan yang menyelamatkan dan memberi kekuatan. Lagu ini sebagai pujian bagi Tuhan sekaligus pernyataan iman yang teguh kepada Tuhan. Dan lagu inilah yang besok pagi, Sabtu, 31 Oktober 2026 akan dipujikan oleh tim paduan suara GKJ Rewulu dalam Pesparawi Kabupaten Sleman di Pakuwon Mall. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita dukung kontingen Pesparawi dari GKJ Rewulu baik solo vokal anak maupun paduan suara, supaya mereka dimampukan memuji Tuhan dan menyatakan iman melalui pujian yang tidak hanya dinyanyikan dengan mulut, tetapi juga dengan hati dan jiwa. Amin. Tuhan memberkati.

Kategori:
Hesty Murwasari
Tentang Penulis

Hesty Murwasari

Tim Pelayanan Firman & Warta GKJ Rewulu

GKJ Rewulu

Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua

Bagikan Berkat

Bagikan artikel ini kepada keluarga & sahabat

Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait