Jangan Terhanyut Oleh Keinginan dan Ego Dalam Kehidupan Berkeluarga

Renungan

Jangan Terhanyut Oleh Keinginan dan Ego Dalam Kehidupan Berkeluarga

  • 29 Oktober 2026
  • 05:00 WIB
  • Sabda Buna

Kamis, 29 Oktober 2026

Ester 1 : 12

“Tetapi ratu Wasti menolak untuk menghadap menurut titah raja yang disampaikan oleh sida-sida itu, sehingga sangat geramlah raja dan berapi-apilah murkanya.”

Jangan Terhanyut Oleh Keinginan dan Ego Dalam Kehidupan Berkeluarga

Setiap anggota keluarga memiliki agenda masing-masing. Ada yang sibuk bekerja, fokus belajar, mengerjakan pekerjaan rumah, maupun agenda yang lain. Semuanya itu penting untuk kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun tidak sedikit juga anggota keluarga yang lebih mengutamakan keinginan dan ego masing-masing. Sehingga kurang memiliki kepedulian dan kepekaan. Keinginan dan ego yang menggebu-gebu juga seringkali membuat seseorang melanggar perintah TUHAN. Fenomena ini dapat kita lihat melalui sikap Ratu Wasti dalam merespon perintah Raja Ahasyweros.

Pada saat itu, Raja Ahasyweros sedang menggelar pesta perjamuan bersama para pembesar Persia selama 120 hari. Setelah itu, ia memperpanjang pestanya selama 7 hari lagi. Kali ini semua rakyat yang berada di Benteng Susan boleh mengikuti perjamuan. Dalam perjamuan itu, Ratu Wasti berpesta bersama perempuan-perempuan kerajaan. Ia memilih untuk tidak menggunakan mahkotanya dan pakaian formal Ratu.

Bagi Ratu Wasti, mahkota dan pakaian formal Ratu hanya akan membuat pesta menjadi kurang meriah. Puncaknya terjadi ketika Ratu Wasti menolak perintah Raja Ahasyweros untuk menghadap dengan memakai mahkota kerajaan. Ia lebih mengutamakan keinginan dan egonya sendiri untuk berpesta. Hasil dari ketidaktaatan Ratu Wasti adalah murka Raja Ahasyweros. Ratu Wasti kemudian dicopot dari jabatannya sebagai Ratu Persia berdasarkan undang-undang Persia dan Media.

Belajar dari kisah Ratu Wasti, mari melihat kembali diri kita masing-masing. Sebagai orang percaya, apakah selama ini keinginan dan ego kita jauh lebih utama daripada perintah TUHAN? Terlebih lagi di bulan keluarga, TUHAN telah memberi perintah kepada setiap anggota keluarga. Sebagai seorang anak, taat dan hormatilah orang tua. Ikutilah arahan, membantu dan mendengarkan nasihat orang tua. Sebagai seorang suami, kasihilah istrimu dengan sepenuh hati. Luangkanlah waktu untuk mendengar dan bicaralah yang lembut. Sebagai seorang istri, hormatilah suamimu. Dengan tidak merendahkan, memiliki kesetiaan dan dapat dipercaya. Untuk bisa melakukannya, mintalah pertolongan dari TUHAN agar dimampukan untuk melakukan perintahNya dalam kehidupan keluarga kita masing-masing.

Tuhan Yesus memberkati, amin.

Kategori:
Sabda Buna
Tentang Penulis

Sabda Buna

Tim Pelayanan Firman & Warta GKJ Rewulu

GKJ Rewulu

Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua

Bagikan Berkat

Bagikan artikel ini kepada keluarga & sahabat

Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait