MENGHIDUPI HARAPAN
Kamis, 26 Oktober 2023
Mazmur 27 : 13 – 14
Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
Salah satu kekuatan manusia untuk terus berjuang dalam hidup adalah adanya harapan. Di tengah hiruk-pikuk pergumulan yang kita hadapi, harapan menjadi air yang menyegarkan dan mengembalikan kekuatan. Mazmur 27 menggambarkan bagaimana Daud menghadapi pergumulan namun ia tidak membiarkan pikiran dan hatinya dikuasai oleh pergumulan yang sedang ia hadapi. Daud terus menghidupi harapan untuk dapat melihat kebaikan Tuhan. Harapan ini menjadi kekuatan bagi Daud untuk tetap menjadi pribadi yang berkenan di hadapan Tuhan di tengah krisis kehidupan yang ia hadapi.
Daud yang menghidupi harapan menjadi teladan bagi kita. Harapan tidak hanya menjadi harapan, tetapi juga mewarnai sikap hidup. Harapan ini yang menguasai pikiran dan hati Daud untuk tetap setia kepada Tuhan walau jalan yang dilalui tidak mulus dan butuh waktu mewujudkannya. Daud meneguhkan hatinya untuk tetap menghidupi harapan, sehingga ketika ia menghadapi pergumulan ia tetap berharap kepada Tuhan, bahkan ketika ia akan dibunuh oleh anaknya sendiri.
Mari kita meneladan Daud. Jadikan harapan kepada Tuhan yang menguasai hati dan pikiran kita, bukan pergumulan/permasalahan yang menguasai kita. Teguh hati berharap dan mewujudkan harapan itu dengan menantikan kebaikan Tuhan. Jika saat ini kita berharap pekerjaan kita berjalan dengan baik, jadikan harapan itu sebagai penyemangat untuk melakukan pekerjaan kita dengan penuh tanggung jawab. Jika kita berharap nilai ujian kita baik, jadikan harapan itu sebagai penyemangat untuk belajar dengan tekun. Jika kita berharap keluarga kita bisa dekat dan setia satu dengan yang lain, jadikan harapan itu sebagai penyemangat bagi kita untuk meluangkan waktu dan ngobrol bersama keluarga. Mari jangan jadikan harapan menjadi sekedar harapan tetapi hidupi harapan dan wujudkan! Amin.
Tuhan memberkati





