Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

MENGALAMI PERUBAHAN

LUKAS 10:13,16

“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.” 

Kisah legenda “Malin Kundang” mengisahkan seorang anak yang dikutuk ibunya menjadi batu. Ia malu mengakui ibunya yang telah melahirkan, merawat, dan membesarkannya karena ibunya sudah tua dan tampil dengan pakaian compang-camping. Ketika perbuatan baik dibalas dengan keburukan, ada orang tua yang tak mampu menahan kesedihan dan akhirnya mengucapkan kutuk kepada anaknya. 

Pada nats kita mengisahkan Yesus mengecam tiga kota di daerah Yahudi, kemudian membandingkannya dengan Tirus dan Sidon, kota-kota yang berada di luar daerah Yahudi. Kecaman Yesus terhadap Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum berbeda dari kisah kutukan yang dialami oleh “Malin Kundang”. Kecaman Yesus merupakan peringatan, bahwa Tuhan menghendaki adanya perubahan hidup dari orang-orang sesudah mendengar dan mengalami segala kebaikan-Nya. Ia tidak menghendaki kehidupan yang tidak menghargai kebaikan dan anugerah-Nya. Kecaman Yesus merupakan pernyataan anugerah untuk bertobat. Tanpa pertobatan tidak ada pengharapan keselamatan. Ironisnya, Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum mengalami banyak kebaikan dan kemurahan Allah, namun tidak ada perubahan. 

Seharusnya, setelah mengalami segala kebaikan Tuhan, anak-anak Tuhan hidup lebih dekat kepada-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Orang-orang Kristen yang tidak menunjukkan perubahan hidup adalah orang-orang egois dan tidak mengasihi Tuhan. Sangat disayangkan bila apa yang terjadi atas Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum harus terulang dalam kehidupan kita. Menyadari dan berubah adalah langkah iman untuk merespons kebaikan Tuhan, daripada kelak menuai hukuman dalam pengadilan Allah. Sudahkah kita mengalami perubahan? Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan