Mencintai Tuhan
Lukas 5:33
“Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: “Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum.”
“Jatuh cinta, berjuta rasanya,” itulah sepenggal lagu lama yang menyatakan bahwa cinta itu demikian kuat, dan karena itu ada berbagai rasa. Namun cinta tidak hanya berhenti sekedar rasa dan kata-kata, cinta juga perlu diwujudnyatakan dalam perbuatan nyata. Maukah saudara setiap hari mendengar pasangan saudara, anak atau orang tua mengatakan “Aku mencintaimu” akan tetapi nyatanya mereka tidak mempedulikan dan memperhatikan kita? Tentu saja kita tidak menginginkan hal itu terjadi dalam kehidupan kita, kita tidak hanya membutuhkan kata-kata manis tetapi bukti yang manis.
Karena Cinta Tuhan yang nyata Ia menjadikan kita sebagai umat milik kepunyaanNya. Dia yang pertama-tama memberikan cinta-Nya kepada kita. Oleh karena itu, Sikap mencintai perlu dinyatakan oleh kita, manusia dalam hidup kita dengan hidup benar hari lepas hari. Hal ini menjadi nyata ketika orang Farisi menanyakan tradisi berpuasa Yahudi bahwa murid-murid Tuhan Yesus tidak berpuasa seperti mereka dan murid Yohanes.
Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”Ini bukan berarti Tuhan Yesus tidak menghargai tradisi Yahudi atau mengabaikannya, atau ini juga berarti orang Kristen tidak perlu berpuasa. Tuhan Yesus menyatakan bahwa semua tradisi yang dilakukan bukan sekedar melakukan tradisi dan ritual, atau karena kebiasaan. Akan tetapi puasa yang dilakukan adalah dalam rangka menjadikan diri kita semakin menguatkan cinta kita kepada Tuhan dalam hidup ini sehingga pelaksanaannya dilakukan dengan penuh sukacita. Maka, milikilah hidup yang mencintai Tuhan dengan segenap hati dan hidup kita. Bukan hanya sekedar kata-kata, tetapi buktikan melalui kehidupan kita dengan hidup dalam kasih, kebenaran dan kebaikan. Sehingga kita sungguh mampu mencintai Tuhan dengan segenap hati dan hidup kita. Selamat mencinta, Tuhan Yesus memberkati. Amin.





