1 Samuel 17 : 32
“Berkatalah Daud kepada Saul: Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.
*Memilih Optimis*
Ada seorang gadis yang senang merawat bunga mawar. Baginya bunga mawar merah terlihat sangat indah. Namun hal yang berbeda diungkapkan oleh sahabatnya; _”Kenapa kamu merawatnya, duri mawar itu sangat tajam, bagaimana nanti kalau jarimu tertusuk durinya?”_
Keindahan bunga mawar itu tidak berarti bagi sahabatnya, ia lebih memperhatikan duri-duri mawar yang tajam. Masalahnya disini terletak pada perbedaan cara pandang antara keduanya. Apakah bunga mawar itu dipandang sebagai sesuatu yang memancarkan keindahan atau mendatangkan bahaya.
Alkitab mencatat perbedaan cara pandang antara Saul dan Daud ketika menghadapi bangsa Filistin. Ketika Saul diperhadapkan dengan bangsa Filistin, ia langsung ketakutan. Keberaniannya hilang seketika, melihat bala tentara musuh yang begitu banyak dan Goliat yang begitu kekar. Saul menjadi pesimis melihat apa yang ada di depan matanya.
Berbeda dengan Daud ketika melihat bala tentara Filistin dan Goliat, ia tidak ketakutan seperti Saul. Sekalipun tidak ada yang benar-benar percaya ia dapat melawan Goliat, namun Daud tetap optimis, sebab ia datang dengan nama Tuhan. Daud berani bukan karena ia merasa dirinya kuat. Daud percaya, ketika ia mengandalkan Tuhan, Goliat yang kekar itu pasti bisa dikalahkan.
Ketika kita menemui mawar berduri dalam perjalanan hidup, ada dua kemungkinan yang akan kita lakukan dan itu tergantung cara kita melihat. Apakah kita fokus pada keindahannya atau pada durinya. Disinilah letak perbedaan orang yang optimis dan pesimis. Sama-sama melihat bunga mawar, namun si pesimis selalu memandang duri dan si optimis akan selalu fokus pada bunga yang indah. Sama seperti Daud yang memilih optimis melawan Goliat, demikian juga kita harus memiliki optimisme dalam mengarungi samudera kehidupan. Libatkanlah Tuhan dalam kehidupan berkeluarga dan bergereja, maka ombak setinggi apapun, akan dapat kita lalui karena kita bersama Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati, amin.
Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua
0 Komentar
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar.