Tutup Bulan Keluarga 2026: Menguatkan Keluarga sebagai Agen Pelayanan Kasih

Informasi

Tutup Bulan Keluarga 2026: Menguatkan Keluarga sebagai Agen Pelayanan Kasih

  • 5 November 2026
  • 21:11 WIB
  • GKJ Rewulu

REWULU – Gereja Kristen Jawa (GKJ) Rewulu mengakhiri rangkaian perayaan Bulan Keluarga 2026 melalui ibadah penutupan yang digelar pada Selasa (3/11/2026). Mengangkat tema “Keluarga sebagai Agen Pelayanan Kasih”, ibadah ini mengajak jemaat merefleksikan kembali peran keluarga sebagai saluran kasih Tuhan, baik di tengah kehidupan rumah tangga maupun dalam pelayanan kepada sesama.

Ibadah dilayani oleh Ibu Pdt. Hesty Murwasari sebagai pelayan firman. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan bahwa keluarga bukanlah sumber kasih, melainkan agen atau penyalur kasih yang bersumber dari Tuhan. Sebagai sumber kasih yang tidak terbatas, Tuhan senantiasa menyediakan kasih bagi umat-Nya. Karena itu, persoalan yang kerap terjadi bukanlah habisnya kasih, melainkan terhambatnya penyaluran kasih dalam kehidupan keluarga.

Gambaran tersebut menjadi inti refleksi bagi jemaat. Kesibukan, egoisme, kurangnya perhatian, serta keengganan untuk saling mengampuni dapat menjadi penghalang bagi kasih untuk mengalir. Padahal, keluarga dipanggil bukan hanya untuk menerima dan menikmati kasih Tuhan, tetapi juga meneruskannya melalui sikap dan tindakan nyata.

Empat Langkah Menjadi Agen Pelayanan Kasih

Untuk memperlancar penyaluran kasih tersebut, khotbah menguraikan empat hal penting yang perlu dihidupi oleh setiap keluarga.

Pertama, mengajarkan kasih dan firman Tuhan secara berulang-ulang. Berangkat dari Ulangan 6:4–9, keluarga diingatkan untuk mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak dalam berbagai situasi kehidupan. Pendidikan iman tidak cukup dilakukan melalui nasihat sesekali, tetapi perlu menjadi bagian dari kebiasaan dan percakapan sehari-hari di rumah.

Kedua, menghidupi kasih dengan menolak berhala dan memilih setia kepada Tuhan. Kesetiaan tidak berhenti pada pengakuan iman, tetapi harus tercermin dalam pilihan dan perilaku setiap anggota keluarga. Proses untuk hidup setia tentu membutuhkan perjuangan. Ketika mengalami kegagalan, keluarga tidak boleh berhenti mencoba, melainkan terus belajar dan memperbaiki diri.

Ketiga, menegakkan altar keluarga. Hubungan dengan Tuhan perlu terus dirawat melalui firman, doa, pujian, dan ibadah. Kehidupan rohani yang terpelihara menjadi bagian penting agar keluarga tetap memiliki kekuatan untuk menyalurkan kasih dalam berbagai keadaan.

Keempat, menyalurkan kasih melalui keteladanan dan pewarisan iman. Setiap anggota keluarga, khususnya orang tua, memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan kasih melalui tindakan nyata. Dengan demikian, iman tidak hanya diajarkan sebagai pengetahuan, tetapi juga diwariskan melalui contoh kehidupan yang dapat dilihat dan dirasakan oleh generasi berikutnya.

Keempat langkah tersebut menegaskan bahwa kasih Tuhan tidak pernah kekurangan. Tantangannya terletak pada kesiapan setiap keluarga untuk menjaga dirinya sebagai saluran kasih yang baik.

Kesabaran dan Pengampunan Dimulai dari Rumah

Pesan tentang keluarga sebagai agen pelayanan kasih juga tercermin dalam bagian pengakuan dosa yang melibatkan seluruh kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga adiyuswa.

Mengacu pada Kolose 3:13, jemaat diajak untuk mengevaluasi sejauh mana kesabaran dan pengampunan telah menjadi bagian dari kehidupan keluarga. Firman tersebut mengingatkan umat untuk saling bersabar dan mengampuni sebagaimana Tuhan telah lebih dahulu mengampuni.

Dalam refleksi lintas generasi tersebut, anak-anak mengakui sikap yang terkadang tidak mendengarkan nasihat orang tua dan guru. Remaja diajak menyadari kecenderungan untuk sibuk dengan dunia sendiri dan kurang peduli terhadap keluarga. Sementara itu, orang dewasa merefleksikan kesibukan memenuhi kebutuhan ekonomi yang terkadang membuat mereka kurang hadir secara utuh bagi keluarga.

Adapun kelompok adiyuswa diajak menyadari bahwa sikap keras kepala dapat melukai hati anak dan cucu, bahkan tanpa disadari.

Rangkaian pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa setiap generasi memiliki pergumulan masing-masing. Tidak ada keluarga yang sepenuhnya bebas dari persoalan. Namun, melalui kerendahan hati untuk mengakui kesalahan, kesediaan mendengarkan, dan keberanian mengampuni, hubungan dalam keluarga dapat terus dipulihkan.

Jemaat kemudian dikuatkan melalui berita anugerah dari Ratapan 3:22–23, yang menegaskan bahwa kasih setia Tuhan tidak berkesudahan dan rahmat-Nya selalu baru setiap pagi. Pengampunan Tuhan menjadi dasar bagi setiap keluarga untuk terus memperbarui relasi dan bertumbuh dalam kasih.

Teguhkan Komitmen, Hadirkan Kasih bagi Sesama

Ibadah penutupan juga menjadi kesempatan bagi jemaat untuk menyatakan komitmen bersama. Melalui pertanyaan reflektif mengenai kesediaan menjadi keluarga yang menghadirkan kasih Tuhan dan melayani sesama, jemaat memberikan jawaban tegas: “Dengan pertolongan Tuhan, kami bersedia!”

Komitmen tersebut kemudian dirangkum dalam pernyataan bersama:

“Keluargaku mengasihi, keluargaku melayani, keluargaku menjadi berkat!”

Pesan pengutusan semakin mempertegas bahwa Kristus harus menjadi batu penjuru dalam kehidupan keluarga. Setiap anggota keluarga diajak untuk saling menerima, hadir secara utuh, mengampuni, serta memulihkan luka hati yang mungkin masih tersimpan.

Dengan demikian, menjadi agen pelayanan kasih bukanlah tugas yang hanya diwujudkan melalui kegiatan gerejawi. Panggilan tersebut justru dimulai dari rumah, melalui perhatian sederhana, kesediaan mendengarkan, kesabaran menghadapi perbedaan, dan ketulusan dalam mengampuni.

Penutupan Bulan Keluarga pun bukan menjadi akhir dari penghayatan tema tersebut. Sebaliknya, momentum ini menjadi pengingat agar semangat membangun keluarga yang mengasihi dan melayani terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Lomba Keluarga Warnai Penutupan Bulan Keluarga

Setelah ibadah selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan perayaan kebersamaan yang diisi pengumuman dan pembagian hadiah bagi para pemenang lomba Bulan Keluarga GKJ Rewulu 2026.

Berbagai perlombaan yang diselenggarakan menjadi sarana untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga, membangun kerja sama, serta menghadirkan suasana sukacita di tengah kehidupan jemaat.

Berikut daftar pemenang masing-masing kategori lomba:

I. Lomba Badminton

  1. Juara I: Pasangan suami istri Bapak Yohanes.

  2. Juara II: Pasangan suami istri Bapak Agus.

  3. Juara III: Pasangan suami istri Bapak Andhika.

Penghargaan khusus Pasangan Termuda diberikan kepada pasangan suami istri Bapak Venta.

II. Lomba Tebak Kata

  1. Juara I: Keluarga Bapak Frmanto Nugroho.

  2. Juara II: Keluarga Bapak Rahmat Sutoyo.

  3. Juara III: Keluarga Bapak Eko Triyanto.

III. Lomba TikTok

  1. Juara I: Keluarga Agustinus.

  2. Juara II: Keluarga Baruno.

  3. Juara III: Keluarga Ari Kristianto.

Pengumuman pemenang berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan. Di balik kompetisi tersebut, terdapat nilai kebersamaan yang menjadi bagian penting dari perayaan Bulan Keluarga. Lomba bukan semata-mata tentang kemenangan, tetapi juga tentang bagaimana anggota keluarga belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan menikmati waktu bersama.

Kasih Tuhan Mengalir, Keluarga Menjadi Berkat

Melalui Ibadah Penutupan Bulan Keluarga 2026, GKJ Rewulu kembali menegaskan pentingnya keluarga sebagai ruang pertama untuk menumbuhkan iman dan mempraktikkan kasih. Kasih yang diterima dari Tuhan diharapkan tidak berhenti di dalam rumah, tetapi terus mengalir kepada lingkungan gereja dan masyarakat.

Keluarga dipanggil untuk terus merawat hubungan dengan Tuhan melalui firman, doa, pujian, dan ibadah. Pada saat yang sama, setiap anggotanya perlu belajar menjadi teladan dalam mengasihi, melayani, dan mengampuni.

Pesan yang dibawa pulang dari perayaan ini sederhana, tetapi mendasar: sumber kasih tidak pernah habis, tetapi setiap keluarga perlu terus menjaga salurannya agar kasih itu dapat dirasakan semakin banyak orang.

Keluarga yang mengasihi adalah keluarga yang melayani. Keluarga yang melayani adalah keluarga yang menjadi berkat bagi dunia.

Selamat melanjutkan penghayatan Bulan Keluarga! Semangat menjadi agen pelayanan kasih!

Kategori:
GKJ Rewulu
Tentang Penulis

GKJ Rewulu

Tim Pelayanan Firman & Warta GKJ Rewulu

GKJ Rewulu

Tuhan Yesus Memberkati Kita Semua

Bagikan Berkat

Bagikan artikel ini kepada keluarga & sahabat

Komentar

0 Komentar

Tulis Komentar

Belum Ada Komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Terkait