Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Mana Buktinya?

1 Yohanes 3:11-18

Ketika seseorang mengatakan sesuatu kepada kita, sering kali kemudian kita bertanya “mana buktinya?”, dengan tujuan untuk memastikan yang dikatakan orang tersebut benar adanya dan bukan hanya buah bibir yang hanya enak didengar tapi tidak ada buktinya. Demikian pula ketika kita mendapat panggilan untuk mengasihi, Tuhan ingin agar kasih ini tidak hanya sekedar ucapan di bibir, tetapi dapat dibuktikan nyata dalam sikap dan perbuatan (ay. 18).

Ada sebuah ilustrasi, suatu pagi seorang ibu bertanya pada ketiga anaknya apakah mereka mengasihinya.
Anak pertama : jelas dong, bu. Aku sangat mengasihi ibu.
Anak kedua : tentu, bu. Aku mengasihi ibu sepanjang hidupku.
Anak ketiga : iya, bu. Aku mengasihi ibu.
Sore harinya, sepulang bekerja, kaki Sang ibu pegal karena banyaknya pekerjaan di tempat kerja. Sebelum memasak untuk makan malam, Sang Ibu meminta tolong ketiga anaknya untuk memijatnya. Anak pertama menolak karena sedang asyik bermain game. Anak kedua menolak karena lelah selesai mengerjakan tugas-tugas sekolah online. Anak ketiga langsung menghampiri Sang ibu dan memijatnya. Dari ilustrasi ini, siapakah yang menggambarkan benar-benar mengasihi Sang ibu?

Melalui bacaan hari ini kita diingatkan bahwa mengasihi tidak hanya sekedar dalam kata-kata, tetapi juga dibuktikan dalam tindakan nyata. Kasih bukan hanya sebuah ungkapan, bukan sekedar pencitraan, tetapi kasih itu penuh ketulusan, sungguh-sungguh, dan terbukti. Ketika ada orang bertanya apakah kamu mengasihiku, kita bisa dengan cepat menjawab ‘ya, tentu saja’. Tetapi bagaimana jika kita ditanya ‘mana buktinya?’. Bisakah kita membuktikannya?

1 Yohanes 3:18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Selamat saling membuktikan kasih
Tetap jaga kesehatan jiwa dan raga.
Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan