L U K A
2 Samuel 13:28
“Lalu Absalom memerintahkan orang-orangnya, demikian: “Perhatikan! Apabila hati Amnon menjadi gembira karena anggur, dan aku berkata kepadamu: Paranglah Amnon, maka haruslah kamu membunuh dia. Jangan takut. Bukankah aku yang memerintahkannya kepadamu? Kuatkanlah hatimu dan tunjukkanlah dirimu sebagai orang yang gagah perkasa!”
Seorang anak kecil jatuh dari sepedanya sehingga kakinya terluka. Karena ia takut dimarahi oleh Bapak dan Ibunya maka dia mencoba untuk menutupi luka itu supaya orang tuanya tidak melihat. Mungkin orang tuanya tidak sadar, tetapi ketika anak ini mandi dia kembali merasakan sakit dan perihnya dari luka itu.
Dalam bacaan kita, hati Absalom terluka ketika Amnon memerkosa Tamar, adiknya. Sayangnya, Absalom tidak pernah berusaha untuk mengobati luka hatinya. Absalom rapi menutupi sakit hatinya dengan tidak mengatakan sesuatu yang baik maupun jahat tentang Amnon. Ia menyimpan luka itu sebagai dendam. Setelah dua tahun, Absalom menyiapkan suatu rencana jahat untuk melenyapkan Amnon. Ia memohon kepada raja Daud, ayahnya, untuk mengundang Amnon datang pada acara jamuan pengguntingan bulu domba. Ketika hati Amnon gembira oleh anggur yang diminumnya, segeralah orang-orang Absalom datang membunuhnya.
Saudara yang terkasih,
Kita perlu menyadari sekecil apapun luka yang ada dalam hati tidak boleh dibiarkan apalagi disimpan, harus disembuhkan. Apabila kalau tidak ditangani dengan baik, luka hati itu dapat membengkak lalu memunculkan rencana dan tindakan kejahatan. Tidak mudah mengobati rasa sakit hati apalagi jika kesalahan yang diperbuat orang lain sungguh menyakitkan. Satunya cara adalah memohon pertolongan TUHAN supaya kita mampu mengampuni. Seperti Kristus yang lebih dulu mengampuni kita, maka kita juga harus belajar untuk mengampuni orang lain, tidak membiarkan dan menyimpan luka, tetapi menyembuhkan luka itu dengan Kasih. Maka saudara, jikalau saat ini hatimu terluka, sembuhkanlah… belajarlah untuk mengampuni. Karena luka yang tidak disembuhkan bisa mendatangkan kejahatan. Selamat berbagi kasih dengan mengampuni. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





