Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

KOTOR

Selasa, 31 Agustus 2021

Markus 7 : 20 – 23

Sering kali ketika baju kita terkena noda tinta/kuah/kecap dll kita menyalahkan si cairan itu. Gara-gara kecap nich baju saya jadi kotor. Lucu juga kalau difikir-fikir, sebenarnya apa salah si kecap, karena kecap tidak akan bergerak mendekat ke baju kita kalau tidak ada pergerakan dari kita. Karena kekurang hati-hatian kita, kita jadi menyalahkan kecap yang mengotori baju kita.

Seperti situasi di atas, saat ini juga banyak orang yang menjadikan perbuatan buruk orang lain sebagai alasan bagi mereka untuk melakukan perbuatan yang sama buruknya. Ketika ditanya/diminta tanggung jawab, kita cenderung melemparkannya kepada orang lain. Misalnya, dia yang mulai duluan jadi saya nggak salah dong kalau saya juga nggak sopan sama dia atau saya di PHK, makanya demi menghidupi anak istri, saya mencuri. Dan masih banyak contoh lainnya yang menggambarkan kita menyalahkan orang lain atas perbuatan buruk yang kita lakukan.

Pemahaman yang demikian serupa dengan pemahaman orang Farisi dan ahli Taurat dalam bacaan hari ini. Mereka menganggap bahwa kekotoran/kenajisan mereka berasal dari luar diri yang masuk ke dalam diri mereka. Renungan hari ini menyadarkan kita untuk lebih berhati-hati dengan apa yang keluar dari dalam diri kita karena apa yang kekuar dari kitalah yang mengotori diri kita. Jadi jagalah perkataan, pikiran, dan sikap kita supaya hidup kita tetap bersih. Kita kotor, kita berbuat berdosa, bukan karena orang lain, tetapi karena diri kita sendiri yang lengah melawan cobaan.

Selamat berjuang untuk tetap bersih.
Tetap setia taati prokes.
Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan