Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Ketika Tersadar

Lukas 15:17-19

“Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.”

Di ruang praktek seorang dokter ada sebuah poster yang bertuliskan demikian: “Kesehatan yang baik sangatlah berharga”. 

Kalau kita menghayati tulisan tersebut mengandung arti yang dalam dimana kesehatan bagi kita manusia adalah sesuatu yang sangat berharga. Tetapi sayangnya tidak sedikit dari kita mampu melihatbdan mengakuinya, apalagi menghargai dan mensyukurinya. Seringnya kita sebagai manusia akan menyadari betapa berharganya kesehatan ketika kita sakit. 

Persis dengan peristiwa yang dialami oleh Si Bungsu, yaitu sadar akan sesuatu yang berharga walaupun konteksnya bukan tentang sakit. Si Bungsu merasa di rumah bapanya tidak ada hal yang menyenangkan, lalu ia memilih pergi. Ketika berada di tanah rantau, penderitaan datang, barulah ia menyadari betapa membahagiakan rumah bapanya. “Lalu ia menyadari keadaanya” (Ayat 17). 

Kalau disadari sebenaranya posisi Si Bungsu ini adalah kita. TUHAN menganugerahkan berlimpah hal yang berharga tetapi seringnya kita tidak menyadari, tidak mengakui bahkan tidak mensyukurinya. Lebih-lebih Si Bungsu merendahkan dan baru mengakui betapa berharga semuanya itu ketika anugerah diambil dan hilang dari hidup kita. Inilah manusia! Ketika sakit, baru sadar betapa berharganya kesehatan. Ketika berjauhan, barulah sadar indahnya kebersamaan. Ketika dikhianati barulah sadar berharganya kesetiaan. Banyak hal yang kadang muncul rasa penyesalan karena kita sering menyia-nyiakan kesempatan dan anugerah yang selama ini ada dalam hidup kita. Sungguh berbahagia jika kita menyadari dan mensyukuri pemberian-Nya dari sekarang sampai selama-lamanya, tidak perlu menunggu sampai semuanya hilang dari hidup kita. Selamat mensyukuri berkat dan anugerah TUHAN. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan