Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Ketidaksempurnaan

Mazmur 116 : 6 – 7
TUHAN memelihara orang-orang sederhana; aku sudah lemah, tetapi diselamatkan-Nya aku.
Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.

Ada seseorang yang harus mengambil air di sumur yang letaknya agak jauh dari rumah. Setiap hari ia memikul dua tempayan air yang ia miliki: satu tempayan utuh dan satu tempayan sudah retak. Jadi, dia hanya bisa membawa satu setengah tempayan air sampai rumah, karena yang setengah tempayan habis di jalan.

Si tempayan retak yang malang itu merasa malu dan sedih atas ketidaksempurnaannya sebab ia hanya dapat memberikan setengah porsi yang seharusnya dapat diberikannya. Dia tertekan dan berkata kepada tuannya, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya mohon maaf.”

“Kenapa kamu merasa malu?”, tanya Sang tuan.

“Beberapa tahun ini, saya hanya bisa membawa setengah porsi air sampai ke rumah. Karena saya tidak sempurna, retakan membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan. Saya telah membuat tuan rugi.” Kata tempayan itu.

Dengan welas asih Sang tuan berkata, “Besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.”

Keesokan harinya si tempayan retak baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan. Sang tuan berkata, “Apakah kamu memperhatikan bunga-bunga di sepanjang sisi jalan? Itu karena aku selalu menyadari ketidaksempurnaanmu dan aku memakainya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang sisi jalan dan setiap hari retakanmu mengairi benih-benih itu. Tanpa retakanmu, bunga-bunga indah itu tidak ada.”

Terkadang kita terlalu memikirkan ketidaksempurnaan kita padahal setiap kita memiliki kekurangan. Ibaratnya, kita semua seperti tempayan retak dalam ilustrasi di atas. Jangan takut akan kekurangan kita! Dalam kelemahan kita, Tuhan menguatkan, bahkan menyelamatkan. Tuhan bisa memakai siapapun untuk berkarya, bahkan kita yang tidak sempurna tetap dipakaiNya.

Tetap jaga kesehatan jiwa raga.
Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan