KEMURAHAN HATI
Selasa, 29 Juni 2021
2 Korintus 9 : 1 – 5
Pada waktu itu jemaat Yerusalem sedang mengalami krisis hingga kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, Paulus mengajak jemaat Korintus untuk ikut membantu. Paulus percaya jemaat Korintus mempunyai belas kasih dan akan membantu jemaat Yerusalem. Titus dan temannya diutus untuk mengingatkan bantuan ini. Di depan Jemaat Makedonia Paulus juga memberitahukan bahwa Akhaya (jemaat di Korintus) sudah siap memberikan bantuan sejak tahun lalu. Di perikop sebelumnya 2 Korintus 8 : 2 – 3, Paulus mengatakan bahwa *selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.* Paulus ingin menekankan supaya jemaat Korintus tidak hanya memikirkan urusannya sendiri tapi juga turut membantu yang lain.
Melalui bacaan hari ini kita diajak untuk introspeksi sejauh mana kita memiliki kemurahan hati terhadap yang lain. Bukan tentang apa wujudnya atau seberapa besar yang bisa kita beri, tetapi lebih kepada seberapa besar kita mempunyai hati yang penuh belas kasih terhadap yang lain. Bantuan bisa berwujud doa, dana, tenaga, ide, dan lainnya yang bisa bermanfaat untuk menolong orang lain.
Di tengah situasi pandemi yang serba terbatas dan sulit ini, kitapun diajak untuk kembali menilik diri kita : apakah kita masih memiliki kemurahan hati? apa yang bisa kita lakukan untuk membantu orang lain? Kita kembali diingatkan bahwa keadaan sulit yang sedang kita alami saat ini bukan halangan bagi kita untuk bermurah hati pada mereka yang membutuhkan bantuan. Tidak melulu soal dana dan barang, tetapi juga tentang doa dan dukungan. Mari bersama-sama kita saling menolong, mendoakan, mendukung, menguatkan, dan mengingatkan supaya kita bersama-sama bisa melalui tahap kehidupan ini.
Selamat berefleksi
Tetap setia terapkan protokol kesehatan
Tuhan memberkati





