KASIH YANG MENGUBAHKAN
Lukas 19:8
“Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
Ketika seseorang sedang mengalami jatuh cinta kepada seseorang, maka cinta itu sanggup mengubah aspek hidup orang yang sedang merasakan jatuh cinta. Misalnya saja yang tadinya tidak terlalu memperhatikan penampilan, karena jatuh cinta maka ingin memperhatikan penampilan supaya menarik perhatian orang yang ia cintai. Atau bisa jadi yang tadinya pendiam tiba-tiba berubah menjadi aktif dan suka berbicara. Artinya rasa cinta sanggup mengubah kehidupan manusia.
Dalam bacaan kita menceritakan tentang perubahan Zakheus. Zakheus sebagai pemungut cukai mengalami perubahan dengan akan memberikan setengah dari miliknya untuk orang miskin dan mengembalikan empat kali lipat kepada orang yang ia peras. Tentu perubahannya atau pertobatannya sebagai seorang pemungut cukai yang pekerjaannya memeras orang lain tidak datang begitu saja. Ia merasakan kasih Tuhan Yesus dalam dirinya, ketika ia berjumpa dengan Yesus, Yesus menyapa dengan ramah bahkan mau menumpang di rumah Zakheus seorang yang dianggap berdosa oleh orang-orang pada waktu itu karena pekerjaannya. Artinya bahwa kasih Tuhan mengubah kehidupan Zakheus.
Hal ini juga menjadi perenungan kita, Kasih itulah yang mampu mengubah kehidupan kita. Kasih Tuhan yang kita rasakan setiap harinya seharusnya menjadi daya dan motivasi kita untuk menyatakan kasih kita kepada sesama bahkan memotivasi dan menguatkan kita untuk mengalami perubahan sesuai dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan di dalam hidup kita. Maka, jikalau kamu mengasihi Tuhan, hiduplah dalam perubahan! Jikalau kamu sungguh merasakan kasih Tuhan, kasihilah sesama. Maka hiduplah dalam kasih, rasakan setiap kasih Tuhan yang mengubahkan dan bagikanlah kepada siapapun. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





