KASIH SETIANYA
Ratapan 3:22-23
“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”
Ada sebuah kisah seorang ibu yang membersarkan ketujuh anaknya laki-laki seorang diri. Tentu ini bukanlah hal yang mudah. Ibu ini harus membesarkan anak-anaknya seorang diri karena suaminya telah meninggal dunia. Posisinya pada waktu itu ia berada luar negeri. Maka dengan kondisinya yang terbatas itu ia ingin pulang ke Indonesia. Akan tetapi ia pun juga bingung biaya dari mana bisa membawa anak-anaknya pulang ke Indonesia. Ibu ini teringat teringat bahwa anak-anaknya begitu memercayakan diri padanya. Kalau begitu, mengapa ia tidak memercayakan diri kepada Kristus? Lalu ia berdoa! Memohon kepada Tuhan dan percaya bahwa Ia akan menolong.
Dan akhirnya satu tahun kemudian ibu beserta tujuh anaknya ini bisa pulang ke Indonesia. Dan di Indonesia, anak-anaknya bertumbuh menjadi anak-anak yang baik dan bahkan juga sukses. Hidup mereka berubah.
Saudara yang terkasih,
Ibu tersebut meyakini bahwa memercayakan hidup pada Tuhan, akan membawanya pada perubahan hidup yang lebih baik. Hal yang sama juga diyakini oleh penulis Ratapan. Saat bangsa Israel berada dalam kehancuran, penulis yakin bahwa kasih setia Tuhan masih ada! Kasih setia Tuhan belum habis. Karena itu penulis mengajak seluruh bangsa Israel untuk senantiasa berharap pada Tuhan. Walaupun bangsa Israel mengalami kehancuran, penulis meyakini bahwa Tuhan memiliki rencana yang baik bagi umat-Nya. Oleh sebab itu, dalam keadaan terpuruk sekalipun, ia tetap memandang kepada kasih setia Tuhan dan kebaikan Tuhan yang tak berkesudahan. Penulis syair ratapan melihat apa yang dialami oleh bangsa Israel sungguh pahit, namun mereka diminta untuk terus berharap. Sambil meyakini bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berkurang sedikit pun dalam hidup bangsa Israel. Keyakinan ini akan memampukan bangsa Israel untuk meratap tanpa kehilangan pengharapan.
Kesulitan hidup, tantangan hidup dan masalah mungkin saja menerpa hidup kita. Mari belajar dari penulis Ratapan, yang selalu memercayakan hidup pada kuasa Tuhan dan dengan iman menantikan datangnya pertolongan dari Tuhan. Percaya pasti Tuhan menolong dan membawa perubahan baik dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





