Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Kasih Setia-Nya Tak Berkesudahan

Ratapan 3:22-23

“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”

Kapankah kita sebagai manusia bisa merasakan dan memahami kasih setia TUHAN di dalam kehidupan kita? Mungkin akan lebih mudah kita merasakan dan memahami kasih setia Tuhan ketika kita dalam kondisi yang baik, sehat, sukses, dan semuanya terpenuhi dengan baik. 

Tetapi pertanyaannya, bagaimana jika kondisi kita sedang tidak baik, kita sedang dalam kondisi sakit, gagal dan terpuruk, apakah masih bisa merasakan dan menghayati kasih setia TUHAN? 

Dalam bacaan kita, bangsa Yehuda yang menjadi umat pilihan Allah dan diberkati melakukan kesalahan besar dimana mereka mengabaikan Tuhan dengan menyembah berhala dan bersandar kepada bangsa lain yang secara kasat mata lebih kuat. Tentu ini merupakan dosa dan kesalahan besar. Akibatnya mereka mengalami penderitaan, bangsa lain menjajah dan meluluhlantakkan kota Yerusalem, termasuk Bait suci. Dalam situasi seperti itu, bangsa Yehuda hanya bisa meratap dan menangis, karena mereka sangat menderita. Akan tetapi dalam ratapan mereka, mereka tersadar bahwa TUHAN itu penuh kasih setia. Bahkan kasih setia-Nya tidak berkesudahan dan selalu baru. Kasih-Nya yang besar sehingga Ia tidak rela melihat umatNya menderita. 

Mungkin saja kita saat ini sedang meratap karena menghadapi banyak peristiwa yang menyedihkkan, pandemi belum berakhir, sakit-penyakit, kematian,perekonomian terpuruk, gagal dalam usaha, dan lain sebagainya. Namun dalam rapatan masih ada pengharapan bahwa kasih setia TUHAN  tidak berkesudahan dan selalu baru. Dari situlah kita akan dimampukan menghadapi setiap beban persoalan kehidupan kita. Kita sungguh merasakan dan menikmati kasih setia Tuhan mengalir dalam kehidupan kita yang menyegarkan dan menolong kita. Tetaplah berpengharapan, kasih setia-Nya tak berkesudahan. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan