Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Kasih Pengikatnya

Kolose 3:14

“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”

Ada seorang bocah laki-laki yatim piatu sedang menggendong adik perempuannya yang tidak bisa berjalan. Itu dilakukan setiap hari dan setiap waktu. Sering sekali banyak orang berkomenter kepada bocah laki-laki tersebut ketika melihatnya sedang menggendong adiknya : “Kasihan kamu, masih kecil tapi beban hidupmu berat!” Tapi suatu ketika bocah laki-laki ini menjawab komentar dengan kalimat yang sungguh membuat orang yang berkomentar tersebut menjadi terdiam dan takjub, katanya : “Dia ini bukan bebanku, tapi dia adikku!” 

Sang kakak tidak merasa bahwa menggendong sang adik sebagai beban.   Ternyata suatu perbuatan yang dipandang sebagai beban oleh seseorang, tidak bagi yang lain. Perbedaan sudut pandang tersebut sesungguhnya sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh motivasi sang pelaku. Dan motivasi sang kakak dalam menggendong adiknya tadi adalah KASIH. Kasih memiliki daya dan kekuatan dalam mengubah cara pandang seseorang. Kasih bisa memberi semangat baru, kasih bisa memulihkan, kasih bisa meredam kemarahan, kasih bisa menghadirkan banyak hal yang ajaib. Bahkan Rasul Paulus juga memberi nasihat kepada jemaat Kolose menekankan bahwa kasih menjadi pengikat yang penting karena dayanya sungguh luar biasa. Kasih menjadi dasar pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Dengan kasih kita akan menjadi pribadi yang tulus, murah hati, rendah hati, lemah lembut dan sabar. Maka saudara saat ini kita kembali diingatkan bahwa kasih sungguh penting dalam kehidupan bersama. Tanpa kasih semuanya menjadi tidak bermakna dan berguna. Milikilah kasih apa adanya, bukan karena ada apanya. Temukan dan milikilah kasih yang tulus dan sejati, karena kasih sejati menjadi pengikat yang kokoh dan menguatkan. Lihatlah Kristus yang mengasihi kita dengan tulus, dan Ia adalah kasih sejati kita. Oleh karena itu, milikilah kasih yang tulus karena kasih mengikat dan menyempurnakan kehidupan kita yang tidak sempurna. Dan, bersandarlah pada kasih sejati kita yaitu Kristus Yesus Tuhan kita. Selamat mengasihi! Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan