JANJI SETIA TUHAN
Mazmur 119:49-50
“Ingatlah firman yang Kaukatakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap. Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.”
Siapa pun bisa dan sanggup membuat janji, tetapi tidak setiap orang bisa setia pada janjinya. Bahkan, jika hari ini kita bisa setia pada satu janji, besok belum tentu kita setia pada janji yang lain. Karena itu, kesetiaan manusia tidak dapat diandalkan sepenuhnya. Halangan untuk menepati janji bisa datang dari dalam diri kita ataupun dari luar. Namun, Tuhan tidak demikian, Dia setia dan sanggup menepati janji-Nya.
Dalam bacaan kita saat ini konteksnya adalah pemazmur sedang menceritakan kondisi hidupnya yang penuh dengan tantangan dan pergumulan. Pemazmur mengalami cemoohan dan ketidakadilan dari orang-orang fasik yang ada di sekitarnya. Namun, ia tahu bahwa ia memiliki sumber kekuatan dan penghiburan, yaitu janji Tuhan, janji yang membuatnya berharap dan memiliki kehidupan.
Pemazmur meyakini bahwa Allah pasti akan bertindak, dan akan menjadi Pembelanya di hadapan lawan-lawannya. Ia tidak perlu membela diri, Allah yang akan bertindak.
Kita mungkin berada dalam berbagai tekanan hidup, entah itu karena masalah ekonomi, keluarga, penyakit, ataupun karena kejahatan manusia seperti ketidakadilan, fitnah, atau permusuhan. Bagaimanakah respon kita? Marilah kita belajar dari pemazmur. Sebesar apa pun masalah dan tekanan yang mengimpitnya, sekeras apa pun usaha manusia untuk menjatuhkannya, ia hanya berpegang pada janji dan ketetapan Allah yang ia tahu dan yakini tidak akan pernah berubah sebab Allah setia pada janji-Nya. Itulah yang menjadi kekuatan dan memberinya sukacita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





