Jangan Ragu
Wahyu 3:15
“Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!”
Salah satu warna yang sangat kita kenal adalah warna abu-abu. Warna abu-abu sesungguhnya warna hasil perpaduan antara warna putih dan warna hitam. Jika digunakan untuk menggambar dan melukis, maka warna abu-abu pasti dapat membuat gambar atau lukisan itu menjadi menarik. Namun, selain warna abu-abu juga dikenal istilah yang menunjukkan sikap pendirian seseorang. Sikap abu-abu adalah sikap yang tidak jelas, ragu-ragu, atau plin-plan, tidak hitam dan tidak putih. Sikap ini sama dengan istilah suam-suam kuku, tidak panas dan tidak dingin.
Hal inipun yang tidak dikehendaki oleh Kritus bagi jemaat di Laodikia. Kristus tidak menghendaki jemaat bersikap suam-suam kuku, tidak jelas dan hidup dalam keragu-raguan. Kristus menegur mereka karena mereka sekalipun kaya namun mereka hidup dalam keragu-raguan atau ketidakpastian antara taat kepada Allah ataukah tidak taat kepada Allah, mengasihi Allah atau tidak mengasihi-Nya. Sikap tidak jelas ini tentu saja sangat mengganggu pertumbuhan mereka sebagai orang percaya dan sebagai suatu persekutuan. Tidak hanya itu, sikap tidak jelas justru akan memberi ruang yang besar atau kesempatan yang besar bagi iblis untuk menggoda dan menyesatkan gereja-Nya.
Hal ini pun menjadi perenungan kita saat ini. Ditengah kesibukan kita berjuang dalam hidup, Kristus mengingatkan kita bahwa Ia ada dan mau masuk dalam hidup kita. Kristus menghendaki supaya kita membuka hidup dan kehidupan kita, serta membiarkan Ia masuk untuk berkuasa di dalam hidup kita. Serta Kristus juga menghendaki supaya kita bersikap jelas, tidak ragu-ragu untuk taat kepada Tuhan dan firman-Nya. Jangan sampai kehidupan kita sebagai orang percaya jatuh pada sikap “suam-suam kuku”. Jangan pernah ragu, taat dan percaya penuh kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





