JANGAN MENUNDA BERBUAT BAIK
Amsal 3:27-28
“Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya. Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,” sedangkan yang diminta ada padamu.”
Ada sebuah kisah dimana ada dua orang perempuan yang bersahabat dekat, sebut saja Ana dan Nina. Suatu ketika Ana mengirimkan pesan kepada Nina melalui WA dan mengatakan bahwa ia perlu meminjam uang yang jumlahnya tidak sedikit. Lalu Nina bertanya kepada Ana mau untuk keperluan apa uangnya. Akan tetapi Ana tidak mejawab secara jelas untuk keperluan apa, dia hanya mengatakan dia sangat membutuhkan uang tersebut.
Kondisi Nina pada saat itu juga sedang pas-pasan, tetapi ia tahu kenal betul sifat Ana sehingga apabila ia meminjam, itu tentu untuk sesuatu yang sangat penting. Lalu Nina memutuskan untuk meminjamkan sesuai yang Ana minta, meski konsekuensinya ia harus mengirit betul pengeluaran setelahnya. Tidak lama berselang, Nina menerima kabar yang membuat ia sangat terpukul. Sahabat baiknya meninggal dunia di sebuah rumah sakit. Ternyata uang yang dipinjam oleh Ana itu untuk biaya berobat dan opname. Nina merasa sangat kehilangan Ana, karena Ana adalah sahabat terbaiknya. Akan tetapi Nina merasa lega karena setidaknya ia sudah sempat membantu Ana dalam kondisi detik-detik terakhir ia hidup di dunia.
Ada banyak orang yang lebih suka menunda-nunda untuk melakukan sesuatu. Apalagi dalam hal berbuat baik yang seringkali merupakan perbuatan tanpa imbalan apa-apa, sebuah pekerjaan sukarela yang justru menyita waktu dan pengorbanan-pengorbanan lainnya. Salomo menyampaikan: “Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.” Saaat ini kita belajar untuk tidak menunda-nundak berbuat baik atau melakukan kebaikan kepada siapapun, berbuat baik tidak menunggu kita kelimpahan atau dalam kondisi baik. Tapi berbuat baik itu kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun. Berbuat kebaikan tidak hanya berbicara mengenai materi melainkan bisa hadir lewat berbagai bentuk. Perhatian, kasih sayang, kesabaran, dukungan moril, memberi masukan/pertimbangan atau nasihat, meluangkan sedikit dari waktu kita dan sebagainya, itupun merupakan bentuk dari kebaikan.
Jangan tunda untuk melakukan sesuatu untuk orang-orang yang membutuhkan, jangan mengelak, jangan mengaku tidak mampu padahal kita sebenarnya tahu bahwa kita mampu untuk melakukannya.
Maka, ketika hari ini kita diberikan kesempatan untuk berbuat baik, Berbuat baiklah! Jadilah berkat bagi orang lain. Tuhan Yesus memberkati. Amin.





