Hati-hati dengan Pujian
Ratapan 2 : 17
TUHAN telah menjalankan yang dirancangkan-Nya, Ia melaksanakan yang difirmankan-Nya, yang diperintahkan-Nya dahulu kala; Ia merusak tanpa belas kasihan, Ia menjadikan si seteru senang atas kamu, Ia meninggikan tanduk lawan-lawanmu.
Tidak ada orang yang tidak suka dipuji, dalam kadar yang beragam, semua orang selalu membutuhkan pujian sebagai wujud apresiasi dari apa yang sudah dilakukannya. Ada yang membutuhkannya secara terang-terangan dan dengan ekspresif juga ia menerima pujian tersebut, ada juga orang yang suka bila dipuji secara tersembunyi dan hening. Namun kita semua menyadari bahwa tidak semua pujian adalah hal baik bagi hidup kita, ada banyak contoh orang yang justru jatuh setelah mendapatkan pujian. Hal ini disebabkan karena kadang isi pujian tidak sama persis dengan situasi sebenarnya yang terjadi. Contohnya yang dialami oleh bangsa Israel, mereka menikmati pujian dari bangsa-bangsa lain yang justru menejrumuskan mereka pada penghukuman Allah. Oleh karena mereka lebih fokus pada pujian itu dan tidak mengindahkan teguran Allah, maka penghukuman itu turun atas mereka.
Mereka jatuh karena kecerobohan mereka sendiri. Oleh karena itu kita jangan anti terhadap teguran dan kritik, memang ketika mendengar dan menerimanya, itu sesuatu yang keras dan tidak nyaman, tetapi justru itulah yang akan menyelamatkan kita kelak. Pujian hanya berlangsung singkat dan seringkali dampaknya justru negatif karena dapat membuat kita lupa diri dan merasa di atas angin.





