HARAPAN = SEMANGAT
Selasa, 8 November 2022
Yeremia 33 : 14
“Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikian firman TUHAN, bahwa Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan kepada kaum Israel dan Yehuda.”
Kita bersemangat untuk menjalani hidup dan meraih masa depan karena kita punya harapan. Anak-anak belajar dengan rajin, dengan harapan, mereka memperoleh nilai yang baik. Para petani menggarap sawah dengan telaten dalam terik dan hujan, dengan harapan, hasil panennya melimpah. Pasien membayar pengobatan yang tidak murah dan menjalani pengobatan yang tidak mudah, karena mereka punya harapan untuk sembuh dan pulih kembali. Manusia butuh pengharapan, tanpa pengharapan seseorang tidak bisa bertahan. Tetapi pengharapan manusia itu tidak kekal, sering kali tidak terlihat dan hilang. Saat kita kehilangan pengharapan, kita menjadi putus asa dan apatis/tidak peduli.
Bangsa Yehuda dan Israel pernah mengalami tekanan kehidupan karena sedang dalam ancaman bangsa Babel. Namun Allah tidak membiarkan bangsa Yehuda dan Israel dalam keadaan tertekan. Allah kembali memberi pengharapan besar. Melalui Nabi Yeremia, Tuhan kembali menegaskan bahwa Ia akan menepati janji-Nya kepada bangsa Yehuda dan Israel dan memulihkan mereka.
Allah peduli. Dia tidak tega membiarkan umat-Nya menghadapi kesulitan sendirian. Sifat Allah ini juga Allah nyatakan bagi kita. Allah peduli kepada kita. Ada pengharapan di dalam Tuhan. Harapan di dalam Tuhan ini menjadi penyemangat dan kekuatan kita untuk menjalani keadaan berat dalam hidup kita. Mari kita letakkan pengharapan kita kepada TUHAN, bukan kepada manusia, bukan pula pada kekuatan lainnya. Karena, hanya Tuhanlah sumber pengharapan bagi kita yang beriman. Amin.
Selamat beraktivitas.
Tuhan memberkati.





