Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Dia Tidak Meninggalkan Kita

Yohanes 14:18-20

“Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamupun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.”

Ada seorang anak kecil yang menangis terisak-isak ketika akan ditinggal sang Ayah untuk berangkat bekerja. Ia merasa tidak rela ketika ayah nya akan pergi dalam waktu yang lama dan tidak ada di sampingnya. Intinya adalah anak kecil ini tidak mau ditinggal pergi oleh ayahnya. Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa perasaan ditinggalkan adalah perasaan yang tidak enak. Apalagi ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi, seperti ada ruang kosong di dalam hati. Menjalani hari terasa hambar dan membingungkan karena kita kehilangan sosok yang biasanya bersama kita. Jika tidak teratasi, maka akan mendatangkan rasa frustrasi. Itu sebabnya, kekosongan itu haruslah diisi dengan hal yang positif dan bermakna. Pada bacaan kita saat ini Tuhan Yesus hendak meninggalkan para murid. Tetapi, Tuhan tidak ingin para murid berada dalam kebingungan dan kekosongan. Konteksnya pada saat itu adalah disaat Tuhan Yesus memberikan pesan- pesan terakhir sebelum memasuki jalan salib. Kelak sesudah menempuh salib dan dibangkitkan, para murid memang tidak akan lagi melihat Yesus secara fisik. Walaupun demikian, bukan berarti bahwa Yesus menelantarkan mereka. Ia memberikan seorang Penolong, Roh Kebenaran, yang akan menyertai para murid. Kehidupan para murid selepas kepergian Yesus akan diisi dan dijalani bukan dalam perasaan kehilangan, melainkan oleh kuasa Roh Kudus, mereka akan dikuatkan untuk memegang dan melakukan perintah Tuhan. 

Begitu juga dalam hidup kita, adakalanya kita merasakan kekosongan dalam hati kita. Seakan-akan Tuhan jauh dan diam. Akan tetapi percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Ia telah memberikan seorang Penolong yaitu Roh Kebenaran di dalam hidup kita yang memampukan kita untuk melanjutkan perjuangan dan hidup dalam kebenaran. Maka tetaplah setia dan rasakan kasihNya, Jangan takut dan gelisah, Ia tidak meninggalkan kita. Tuhan beserta kita. Amin.

Tinggalkan Balasan