Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Dia Menopang Kerapuhan

Markus 14:27

“Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai.”

Kerapuhan dalam hidup manusia terjadi karena beratnya beban hidup yang dialami, cobaan datang silih berganti dan tidak pernah ada habisnya. Selain itu ketika banyak ketidakpastian dalam hidup, lebih lagi apa yang tidak pernah kita duga sebelumnya datang begitu saja di dalam hidup kita (tentu sesuatu yang tidak kita harapkan). 

Rapuhlah hati dan hidup kita!

Dalam bacaan ini pun para murid mengalami kerapuhan ketika sesuatu yang tidak diduga disampaikan oleh Yesus pada saat itu. Yesus sedang memberitahukan berita yang sangat mengejutkan bagi murid-murid-Nya. Hari itu, saat merayakan malam Paskah, Yesus berkata bahwa mereka semua akan tergoncang imannya. Yesus kemudian melukiskan kegoncangan iman mereka itu dengan mengutip nubuatan yang pernah disampaikan oleh Nabi Zakharia yaitu seperti domba-domba yang akan tercerai-berai ketika gembalanya terpukul. 

Tiba-tiba, Petrus berkata bahwa ia tidak akan tergoncang imannya seperti murid-murid yang lain. Perkataan Yesus yang mengingatkannya bahwa ia akan menyangkal-Nya tiga kali sebelum ayam berkokok pun tak dihiraukannya. Ia sesumbar dan dengan berani ia menegaskan bahwa ia rela mati dan tidak akan menyangkal Yesus (ay. 31). Namun peristiwa selanjutnya kita melihat bahwa komitmen Petrus tidak berjalan seperti yang ia kira. Setelah Yesus ditangkap, semua murid lari meninggalkan-Nya. Tak hanya itu, Petrus pun benar-benar menyangkal Yesus sebagai gurunya sampai tiga kali. Petrus pun menyadari keangkuhannya itu. Ia yang tadinya merasa begitu kuat ternyata sangatlah rapuh. 

Dari hal ini kita diingatkan bahwa dalam perjalanan hidup dan iman tidak selalu berjalan mulus. Bisa terjadi kita akan menghadapi tantangan iman, penderitaan, dan aniaya. Kita adalah orang-orang yang rapuh dan rentan jatuh. Karena itulah kita membutuhkan Tuhan yang selalu menopang dan menguatkan hidup kita. Maka selalu berjaga-jagalah dan berdoa sehingga Tuhan memberi kita kekuatan untuk menghadapi kekejutan yang besar dalam hidup kita, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya dalam pikiran kita. Dia menopang kerapuhan kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan