DENGAR DAN BERITAKANLAH!
2 Petrus 1:17
“Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.””
Mendengar Firman Tuhan adalah makanan rohani kita sebagai orang Kristen. Pertanyaannya bagi kita, apakah hanya mendengar? Kata mendengar diartikan “dapat menangkap suara (bunyi) dengan telinga. Seharusnya kita belajar terbiasa untuk mendengarkan karena memiliki arti yang lebih dalam, tidak sekadar mengolah alat pendengaran kita, tapi mengolah hati, rasa kita dengan sungguh-sungguh untuk juga dapat melakukan apa yang Tuhan kehendaki dalam Firman-Nya. Rasul Petrus memberitakan apa yang mereka saksikan dan apa yang mereka alami saat Yesus dimuliakan. Pemberitaan kemuliaan Yesus menjadi fokus utama bagi orang-orang percaya. Petrus menegaskan kembali tentang kuasa dan kedatangan Tuhan Yesus Kristus sebagai Raja. Semua yang telah disampaikan bukan dongeng-dongeng isapan jempol manusia, tetapi “Kami menyaksikan bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berekenan”. Kesaksian ini menjadi kepastian untuk meluruskan dan meruntuhkan ajaran-ajaran yang berkembang dalam kehidupan orang-orang percaya pada waktu itu. Mereka diajarkan untuk sungguh-sungguh mendengarkan dan percaya tentang firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Bahkan, firman Tuhan harus diperhatikan sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. Maka saat ini kita berefleksi bahwa kebenaran firman Tuhan mengingatkan dan mengajarkan kita untuk setia mendengarkan Firman Tuhan dan setia memberitakan kemuliaan Kristus melalu kehidupan, melalui kerja dan karya dan melalui pelayanan kita untuk sesama. Mendengarkan dengan sungguh apa yang firman Tuhan sampaikan akan, dalam tuntunan kuasa Roh Kudus memampukan kita tidak pernah berhenti untuk memberitakan kemuliaan-Nya dengan dan melalui seluruh tindakan hidup kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.





