Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Dalam Sesak, Dia Menolong

Mazmur 138:7-8

“Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku. TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!”

Hidup kadang terasa berat dan sesak untuk dijalani. Bahkan sulit untuk diteruskan. Seringkali masalah datang setiap hari dalam kehidupan kita. Sehingga membuat kita sulit menjalaninya dengan baik.  Kita kadang bertanya dalam hati mengapa saya hidup seperti ini? Mengapa saya harus menjalani kehidupan yang sulit ini? Bahkan kita bertanya kepada Tuhan tentang semua masalah yang sedang kita jalani ini. Mungkin kita bertanya apa salah saya sehingga harus mendapat kehidupan yang penuh dengan masalah? 

Demikian juga dengan Daud. Kesesakan hidup dapat menjadi alat Allah untuk menjadikannya lebih menyelami kebesaran kasih setia-Nya. Mazmur ucapan syukur ini mengisahkan pengalaman pemazmur ketika Allah menyelamatkannya di tengah kesesakan. Daud menaikkan doanya kepada Allah, dan ia beroleh daya juang baru. Pemazmur memuji nama Allah karena kasih dan kesetiaan-Nya kepada janji-Nya. Pemazmur sangat sadar bahwa pertolongan yang Allah berikan kepadanya semata-mata hanya karena keberadaan diri Allah, dan juga karena Allah setia kepada janji-Nya. Pemazmur yang menyadari siapa dirinya tentu saja sangat berterima kasih karena Allah yang mahatinggi bersedia melihat dan menolong ia yang hina. Tidak mengherankan pemazmur begitu bersemangat memberitakan nama dan kesetiaan Allah. Ia yakin bahwa nantinya semua raja di bumi akan bersyukur kepada Allah. 

Namun dari Daud kita belajar bahwa kita sebagai orang percaya tidak perlu bersedih dan jatuh tak berdaya pada waktu mengalami kesesakan. Jika hal itu menimpa kita, tetap pujilah Allah, bersyukurlah atas kesetiaan-Nya, dan ingatlah bahwa segala kejadian berada di bawah kendali kuasa dan kehendak-Nya. Tetaplah percaya, jika Tuhan sanggup mengubah kesesakan menjadi kesempatan untuk menyelami kasih dan kuasa-Nya. Ia senantiasa mengulurkan tangan-Nya dan menolong kita. Maka, tetaplah setia dalam menjalani hidup dan percayalah pada pertolongan-Nya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.

Tinggalkan Balasan