BUAH YANG MENANTI
Rabu, 1 November 2023
Ibrani 12:11
Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
Suatu hari seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisan terbaiknya. Lukisan itu akan dipamerkan pada saat pernikahan Putri Diana. Ia sangat senang bisa menyelesaikan lukisan yang berukuran 2×8 m. Sambil memandangi lukisan itu, ia terus berjalan mundur. Ia hampir sampai ujung belakang yang adalah ujung dari gedung yang tinggi sekali. Tinggal satu langkah lagi dia mundur, hidupnya bisa berakhir. Seseorang yang melihatnya bermaksud untuk berteriak memperingatkan, tapi tidak jadi karena khawatir si pelukis kaget dan malah bisa jatuh. Kemudian orang yang melihat itu memutuskan untuk mengambil kuas dan cat yang ada di depan lukisan, lalu mencoret-coret lukisan tersebut sampai rusak. Pelukis itu sangat marah. Ia berlari maju dan hendak memukuli orang yang merusak lukisannya. Tetapi beberapa orang yang ada di situ menghadang dan memperlihatkan posisi pelukis tadi yang nyaris jatuh. Lukisan itu rusak, tapi pelukis itu selamat.
Terkadang kisah kehidupan kita seperti kisah pelukis itu. Kita berusaha supaya hidup kita lancar, indah, dan cerah. Tapi terkadang ada halangan yang merintangi sehingga impian kita tidak terwujud. Kita menjadi kecewa, jengkel, bahkan marah kepada Tuhan. Melalui kisah pelukis ini kita diingatkan, ada maksud Tuhan di dalam jalan hidup kita. Dan rencana Tuhan pastilah yang terbaik. Ia menyiapkan yang jauh lebih baik dari apa yang kita bayangkan. Jadi, jika suatu saat kita berada di situasi seperti pelukis itu, percayalah bahwa ada buah manis yang disediakan Tuhan di depan sana menanti kita. Jangan putus asa, jangan menjadi marah kepada Tuhan. Tetaplah percaya dan setia kepadaNya. Amin
Tuhan memberkati





