BERUBAH untuk BERBUAH
Kamis, 2 Mei 2024
Matius 5 : 43 – 44
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Pada umumnya, seseorang akan memperlakukan orang lain sama dengan ketika orang lain memperlakukan mereka. Jika ada seseorang yang tidak suka/memusuhi kita, biasanya kita juga akan menjadi tidak suka/memusuhi orang itu. Demikian juga sebaliknya, ketika kita tidak menyukai/memusuhi orang lain, biasanya mereka juga menjadi tidak menyukai/memusuhi kita. Situasi ini pada umumnya kita jumpai dalam kehidupan berelasi, karena masing-masing mementingkan perasaan dan egonya.
Tuhan Yesus tidak menghendaki kita menjadi serupa dengan dunia ini. Ia tidak menghendaki kita menjadi manusia yang lebih mementingkan ego hingga melupakan tugas kita untuk berbuah (dalam hal ini berbuahnya dengan bentuk mengasihi orang lain, termasuk orang yang tidak menyukai/memusuhi kita). Dengan tegas Tuhan Yesus berfirman *Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu*. Sulit memang, karena setiap kita punya keinginan untuk dihargai dan dicintai. Oleh karena itu, kita perlu belajar untuk berubah supaya kita bisa berbuah. Seperti pesan khotbah minggu kemarin : menjadi ranting yang berbuah dan jika ranting tetap tidak berbuah, ia akan dipotong.
Jika hari ini ada yang tidak menyukai/memusuhi kita, mari belajar untuk tidak membalasnya. Mari belajar untuk berdoa bagi orang yang tidak menyukai kita. *Mari berubah untuk berbuah* supaya damai sejahtera juga dapat dirasakan di dunia ini. Amin.
Tuhan memberkati





