Warta Gereja • Renungan • Kegiatan

GKJ Rewulu
Renungan GKJ Rewulu

Berhikmat atau Bodoh?

Amsal 9:4-6, 10
“Siapa yang tak berpengalaman, singgahlah ke mari”; dan kepada yang tidak berakal budi katanya: “Marilah, makanlah rotiku, dan minumlah anggur yang telah kucampur; buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian. Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.”

Hidup adalah pilihan. Sepanjang kehidupan kita tidak henti-hentinya harus memilih. Memilih cara hidup, berfikir, bersikap dan lain sebagainya. Menurut Amsal pun kita diperhadapkan dengan dua pilihan utama yaitu menjadi orang berhikmat atau menjadi orang bebal. Amsal menjelaskan bahwa orang yang berhikmat adalah orang yang bijak dan senang hati dalam belajar dari berbagai nasihat bahkan kritik yang pedas sekalipun. Tetapi orang yang bodoh adalah orang tidak menyukai didikan dan teguran.
Dan puncaknya penulis Amsal ingin mengingatkan kita semua, bahwa hikmat hanya bisa kita miliki ketika kita memiliki sikap hati yang ‘takut akan Tuhan’.

Lalu pertanyaan reflektif untuk kita semua, saudara mau memilih menjadi orang berhikmat atau orang bodoh? Orang berhikmat adalah orang yang memiliki hati takut akan Tuhan. Ia senantiasa melibatkan Tuhan di dalam hidupnya dan melakukan kehendak Tuhan di dalam kehidupannya. Orang bodoh tidak peduli dengan didikan yang Tuhan ajarkan bagi kita, hidupnya hanya menurut jalannya sendiri.
Maka mau pilih yang mana?
Buatlah pilihan yang tepat dengan hanya memilih undangan Sang Hikmat dan menolak undangan kebodohan.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Tinggalkan Balasan